Nasional

Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Diduga Rekam Mahasiswi di Toilet

Polisi menangkap guru SD di Takalar, Sulsel, setelah merekam lima mahasiswi KKN di kamar mandi dengan modus tes urine.

19 Agustus 2026, pukul 00:22 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Hukum & Kriminal Guru SD di Takalar Ditangkap Usai Diduga Rekam Mahasiswi di Toilet CNN Indonesia Rabu, 19 Agu 2026 07:22 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Guru ASN SD ditangkap usai rekam mahasiswi. (iStockphoto/LukaTDB) Makassar, CNN Indonesia --

Polisi menangkap seorang guru ASN sekolah dasar (SD), SY (49) setelah merekam lima mahasiswi KKN di dalam kamar mandi di Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan (Sulsel).

"Iya, korban sudah buat laporan polisi dan terduga pelaku diamankan di Polres Takalar," kata Wakil Direktur PPA dan PPO Polda Sulsel, AKBP Bagus Suryo Wibowo kepada wartawan, Selasa (18/8).

Kasus ini terjadi pada Selasa (11/8) di salah satu kamar mandi SD di Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Takalar. Awal mula kasus ini terbongkar saat mahasiswi tersebut menemukan sebuah handphone yang disimpan di sebuah tempat sampah dalam kondisi merekam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi terduga pelaku meminta korban bersama empat rekannya untuk melakukan tes urine. Salah satu korban masuk ke dalam toilet untuk mengambil urinenya miliknya," ungkapnya.

Lihat Juga :Tiga Peringatan MUI soal Agustusan: Pria Berbusana Wanita, Uang Lomba

Kemudian korban mengambil handphone tersebut dan merekam video. Sehingga korban pun curiga jika telah direkam pada saat tes urine.

"Korban menemukan handphone dalam keadaan merekam video saat memeriksa toilet," jelasnya.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Takalar, Iptu Haryanto mengatakan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan unit PPA Polres Takalar untuk mengungkap motif aksi pelaku. Namun, video yang direkam telah dihapus.

"Setelah diamankan, kita periksa HP-nya, ternyata sudah video tersebut dihapus oleh pelaku," kata Haryanto kepada CNNIndonesia.com.

Haryanto menerangkan bahwa penyidik akan meminta bantuan pihak laboratorium forensik untuk memeriksa HP milik pelaku.

"Namun, kami kesulitan karena pelaku sudah hapus video itu dari HP nya. Sehingga kita akan bawa ke lab untuk mengambil video itu," jelasnya.

Lihat Juga :Guru SD di Buleleng Jadi Tersangka Pencabulan Siswi di Bawah Umur

(mir/dal) Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait