REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan Muktamar ke-35 NU akan menjadi ruang terbuka bagi seluruh kader terbaik untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU. Ia juga memastikan Presiden Prabowo Subianto tidak akan mencampuri proses pemilihan yang berlangsung di forum tertinggi organisasi tersebut.
Baca Juga
- Debat Panas Sutradara Hollywood Soal AI: George Lucas Dukung, Del Toro Tolak Keras
- KPK Dukung 9 Penyidik Kejagung Bakal Usut Kasus Eks Jampidsus
- Hari Koperasi 2026: Mengapa Fikih Munakahat Butuh Suntikan Jiwa Koperasi?
Gus Ipul mengatakan, panitia saat ini masih fokus mempersiapkan pelaksanaan Muktamar agar berjalan lancar. Menurut dia, NU memiliki banyak kader yang layak memimpin organisasi sehingga setiap kader memiliki hak untuk mencalonkan diri.
“Ya kita panitia sedang mempersiapkan, mudah-mudahan lancar mohon doa restunya. Yang kedua, siapapun boleh maju, siapapun bisa ikut dalam pemilihan ketua umum yang akan datang. Saya kira Nahdlatul Ulama tidak kekurangan kader untuk menjadi ketua umum di masa yang akan datang,” kata Gus Ipul, Rabu (15/7).
Ia menyebut sejumlah nama yang belakangan ramai disebut berpeluang maju dalam bursa calon Ketua Umum PBNU. Selain Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang telah menyatakan siap maju kembali, beberapa nama lain juga mulai mengemuka.
“Di antaranya ada Kiai Zulfa Mustofa, ada Gus Yusuf Chudlori, ada Gus Salam Shohib, ada juga Gus Kikin Ketua PWNU Jawa Timur, dan ada juga Prof. Nasaruddin Umar. Itulah yang disebut-sebut, termasuk tentu Gus Yahya,”kata dia.
Sejumlah santri menunggu kedatangan Presiden Perbowo Subianto saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Munas dan Konbes tersebut diantaranya memutuskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026 dengan lokasi yang masih menunggu keputusan resmi PBNU. - (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika