REPUBLIKA.CO.ID, BANJARBARU -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj), Mochamad Irfan Yusuf, mendorong lebih dari 30 asrama haji di Indonesia tidak hanya menjadi tempat penyelenggaraan ibadah haji, tetapi juga sebagai pusat layanan jamaah umrah sekaligus aset negara yang dikelola secara produktif.
"Asrama haji seharusnya tidak hanya menjadi pusat pengeluaran anggaran pemerintah, tetapi perlu berkembang menjadi sumber penerimaan negara melalui pengelolaan fasilitas yang optimal," kata pria yang akrab disapa Gus Irfan usai meresmikan Gedung Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) 2025 Asrama Haji Kelas I Banjarmasin, Jumat (10/7/2026).
Baca Juga- Kampung Haji akan Jadi One Stop Services, Wamenhaj: Ada Rumah Sakit hingga Pusat Belanja
- Wamenhaj: Tenda Bertingkat di Mina Jadi Solusi Keterbatasan Kapasitas Jamaah Haji
- Tahun Depan Indonesia Dapat Tambahan Kuota Haji? Ini Penjelasan Dubes Arab Saudi
Menurut dia, berbagai sarana yang dimiliki asrama haji perlu dimanfaatkan sepanjang tahun agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menghasilkan nilai tambah bagi negara.
Ia mendorong seluruh asrama haji difungsikan sebagai pusat layanan (service hub) bagi jamaah umrah. Berbagai fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan sebagai tempat pelayanan terpadu sebelum keberangkatan jamaah menuju Tanah Suci sehingga calon jamaah memperoleh layanan yang lebih baik.
"Jamaah umrah bisa mendapatkan pelayanan yang baik sebelum berangkat sehingga keberadaan asrama haji benar-benar dirasakan manfaatnya lebih luas," katanya.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara