REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf menegaskan seluruh pemangku kepentingan harus bergerak dalam satu visi untuk menghadirkan layanan haji dan umrah yang aman, nyaman, tertib, sesuai syariat, serta menjunjung tinggi prinsip transparansi.
“Seluruh ekosistem harus tumbuh dalam satu arah, yaitu pelayanan jamaah yang aman, nyaman, tertib sesuai syariat, transparan, akuntabel, dan bermartabat,” ujar Gus Irfan saat membuka International Islamic Expo 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Jumat (26/6/2026).
Baca Juga- Lebanon Bikin Kesepakatan dengan AS-Israel, Hizbullah Murka
- Mulai 1 Juli 2026, Jamaah Umrah dan Haji Khusus Wajib Lewat Terminal 2F Soekarno-Hatta
- Delay Penerbangan dan Istithaah Kesehatan Jadi Fokus Evaluasi Haji 2026
Menurut Gus Irfan, perhatian pemerintah terhadap penguatan ekosistem industri umrah merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi untuk mewujudkan keadilan sosial serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, seluruh elemen dalam industri haji dan umrah diharapkan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman tanpa mengabaikan prinsip pelayanan dan perlindungan kepada jamaah.
Ia menekankan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan tata kelola industri yang profesional.
Kepatuhan terhadap regulasi, baik oleh penyelenggara pemerintah maupun swasta, menjadi fondasi penting agar penyelenggaraan haji dan umrah berjalan secara berkeadaban serta memberikan kepastian bagi seluruh pihak.
View this post on Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara