REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ketua Umum Parisadha Buddha Dharma Niciren Syosyu Indonesia (NSI), Suhadi Sendjaja menyampaikan harapannya terhadap kepemimpinan KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031.
Suhadi berharap kepemimpinan Gus Kikin dapat semakin memperkuat peran NU dalam menjaga kerukunan antarumat beragama di Indonesia. Menurut dia, NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan Islam terbesar memiliki peran strategis dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Baca Juga- Gelar Mangkuluhur Cup 2026, Invetra Hadirkan 400 Pegolf dari Berbagai Wilayah Indonesia
- Komisi VI Dorong UMKM Daerah Tembus Pasar Global
- Tinggal Menghitung Hari, Jateng Siap Sambut 2.833 Kafilah MTQ Nasional 2026
"Pertama, tentu saya ucapkan selamat kepada ketua umum yang baru. Kita tahu bahwa NU ini salah satu organisasi umat Islam yang terbesar,"ujar tokoh Buddha tersebut kepada Republika, Selasa (1/8/2026).
Ia menilai NU selama ini telah memiliki peran yang cukup baik dalam memperkuat kerukunan umat beragama. Karena itu, Suhadi berharap peran tersebut dapat terus ditingkatkan pada masa kepemimpinan Gus Kikin. "Dalam perkembangan negara kita juga sangat besar peranannya. Oleh karena itu, tentu harapan kami dengan terpilihnya Ketua Umum baru, NU berperannya semakin besar manfaatnya bagi bangsa dan negara," ucapnya.
Menurut Suhadi, salah satu bidang yang perlu mendapat perhatian lebih besar adalah penguatan kerukunan umat beragama. Ia berharap NU dapat semakin konsentrasi pada penguatan kehidupan keagamaan yang menjadi landasan bagi terciptanya hubungan harmonis antarumat beragama."Terutama bagi kerukunan umat beragama. Saya kira itu harapan kami," kata dia.
Sejumlah santri menunggu kedatangan Presiden Perbowo Subianto saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Munas dan Konbes tersebut diantaranya memutuskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026 dengan lokasi yang masih menunggu keputusan resmi PBNU. - (ANTARA FOTO/Moch Asim)
Suhadi mengatakan, sebagai organisasi keagamaan, NU memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai agama sekaligus memperkuat persaudaraan kebangsaan.
Ia juga menilai persoalan yang dihadapi bangsa Indonesia saat ini tidak semata-mata berkaitan dengan politik. Menurut dia, persoalan moral justru menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.
"Sebetulnya sebagai majelis agama, konsentrasinya lebih kepada kepentingan kerukunan umat. Keagamaan sebagai landasan. Karena ini sangat penting kalau kita lihat sekarang," ucap Suhadi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika