SEOUL -- Upaya menjaga kedekatan generasi muda diaspora Indonesia dengan bahasa, budaya, dan nilai-nilai keislaman terus dikembangkan melalui inovasi pembelajaran digital. Tim pengabdian kepada masyarakat Universitas Islam Indonesia (UII) memperkenalkan Garuda Adventure, sebuah permainan edukatif berbasis digital yang dirancang untuk membantu anak-anak diaspora Indonesia di Korea Selatan belajar Bahasa Indonesia, mengenal kekayaan budaya Nusantara, serta memahami nilai-nilai keislaman melalui pengalaman bermain yang interaktif.
Kegiatan ini dilaksanakan pada 13 September 2026 di ASEAN Culture House, Busan, dan 14 September 2026 di Masjid Al Falah, Seoul. Program tersebut menyasar anak-anak yang mengikuti kegiatan pendidikan komunitas Rumaisa School di Korea Selatan. Sebanyak 51 anak berpartisipasi dalam dua kegiatan tersebut, didampingi oleh orang tua masing-masing.
Belajar Indonesia melalui Permainan Digital
Garuda Adventure dikembangkan sebagai media pembelajaran berbasis game-based learning yang mengintegrasikan tiga materi utama, yaitu Bahasa Indonesia, budaya Indonesia, dan nilai keislaman. Melalui platform ini, pembelajaran dikemas dalam bentuk petualangan digital yang memungkinkan anak-anak mempelajari materi secara bertahap sambil menyelesaikan berbagai tantangan permainan.
Berbeda dengan metode pembelajaran yang hanya mengandalkan penyampaian materi secara konvensional, Garuda Adventure memanfaatkan elemen permainan seperti level, misi (quest), tantangan, poin, lencana penghargaan (badge), dan umpan balik. Pendekatan ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan mendorong keterlibatan aktif anak selama proses pembelajaran.
Platform tersebut dapat diakses melalui perangkat digital, seperti komputer, laptop, tablet, maupun telepon pintar. Dengan demikian, Garuda Adventure berpotensi menjadi sarana pendukung pembelajaran yang fleksibel bagi anak-anak Indonesia yang tinggal jauh dari Tanah Air.
Menjaga Bahasa Ibu dan Identitas Indonesia
Bagi anak-anak diaspora, lingkungan tempat tinggal dan pendidikan sehari-hari dapat memengaruhi intensitas penggunaan bahasa ibu serta interaksi dengan budaya negara asal orang tua. Di Korea Selatan, pengenalan bahasa dan budaya Indonesia menjadi salah satu upaya penting untuk menjaga keterhubungan generasi muda dengan identitas kebangsaannya.
Melalui modul Bahasa Indonesia, anak-anak memperoleh kesempatan untuk kembali berinteraksi dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan keluarga dan komunitas Indonesia. Sementara itu, modul budaya memperkenalkan keberagaman Indonesia, termasuk wawasan kebangsaan dan kekayaan budaya Nusantara.
Adapun modul keagamaan diarahkan untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam, adab, kesopanan, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Integrasi ketiga materi tersebut diharapkan dapat mendukung pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada pengetahuan, tetapi juga pada penguatan karakter dan identitas anak diaspora.
Teknologi Digital untuk Pembelajaran Lintas Negara
Pengenalan Garuda Adventure di Busan dan Seoul menunjukkan peluang pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung pendidikan komunitas diaspora Indonesia di luar negeri. Melalui media pembelajaran yang dapat diakses secara digital, proses belajar mengenai bahasa, budaya, dan nilai keagamaan berpeluang dilanjutkan di luar kegiatan tatap muka, dengan dukungan orang tua dan pengelola komunitas.
Program ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat kolaborasi internasional Universitas Islam Indonesia yang didanai oleh DPPM UII melalui Hibah Program Pengabdian Masyarkat Kolaborasi Internasional (PMKI), yang diketuai oleh Ida Nurcahyani dengan anggota tim Elvira Sukma Wahyuni, dan Ir Elanjati Worldailmi, serta melibatkan mahasiswa Muhammad Ramdhan Yusuf, dan Diena Mukafasyadiah.
Ke depan, Garuda Adventure diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran digital yang mendukung komunitas pendidikan diaspora Indonesia. Inisiatif ini sekaligus menunjukkan bahwa teknologi dapat dimanfaatkan bukan hanya untuk meningkatkan akses pembelajaran, melainkan juga untuk menjaga hubungan generasi muda Indonesia di luar negeri dengan bahasa, budaya, dan nilai-nilai yang menjadi bagian dari identitas mereka.
Ikuti Whatsapp Channel Republika