Nasional

Hakim: Nadiem Lampaui Kewenangan Tempatkan Jurist Tan di Kementerian

Majelis hakim memvonis Nadiem Makarim 10 tahun penjara karena melampaui kewenangan staf khusus. Ia juga diwajibkan membayar uang pengganti Rp809,5 miliar.

30 Juni 2026, pukul 11:43 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Hukum Kriminal Hakim: Nadiem Lampaui Kewenangan Tempatkan Jurist Tan di Kementerian CNN Indonesia Selasa, 30 Jun 2026 18:43 WIB Bagikan: url telah tercopy Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menempatkan dua staf khusus menteri melampaui kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. (CNN Indonesia/Febria Adha L) Jakarta, CNN Indonesia --

Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nadiem Makarim menempatkan dua staf khusus menteri melampaui kewenangan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Dalam pertimbangan putusan, hakim menjelaskan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 66 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara beserta aturan lainya, staf khusus menteri hanya memiliki kewenangan memberikan saran dan pertimbangan kepada menteri dalam bidang tertentu.

Staf khusus tidak memiliki kewenangan operasional atas jajaran eselon 1 dan eselon 2, dan tidak memiliki kewenangan untuk merumuskan atau memutuskan kebijakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, dalam praktiknya, hakim menyatakan Nadiem menempatkan dua staf khususnya dalam posisi yang jauh dari kewenangannya.

"Menimbang bahwa namun demikian dari rangkaian keterangan saksi-saksi internal kementerian telah cukup terbukti bahwa terdakwa menempatkan saudari Jurist Tan selaku staf khusus menteri bidang pemerintahan dan saksi Fiona Handayani selaku staf khusus menteri bidang isu strategis dalam posisi yang jauh melampaui kewenangan normatifnya," kata hakim saat membaca pertimbangan vonis di PN Tipikor, Jakarta, Selasa (30/6).

Lihat Juga :Divonis 10 Tahun Penjara Kasus Chromebook, Nadiem Bakal Banding

Hakim mengutip keterangan mantan Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah, Jumeri dalam sidang sebelumnya yang menyebut Jurist Tan kerap memimpin rapat melalui Zoom terkait kebijakan kementerian.

Menurut saksi, proses penganggaran dan kebijakan pengadaan lebih banyak dipercayakan kepada staf khusus dibandingkan kepada direktur jenderal.

"Bahwa Jurist Tan dekat dengan terdakwa Nadiem Anwar Makarim dan apa yang dikatakan Jurist Tan adalah merupakan perkataan terdakwa," kata Hakim.

Hakim menilai penempatan staf khusus pada posisi tersebut bukan terjadi secara kebetulan, namun telah dirancang secara sistematis sejak sebelum Nadiem dilantik sebagai menteri.

"Terdakwa sendiri di persidangan mengakui bahwa grup WhatsApp 'Mas Menteri Core Tim' yang dibentuk pada 28 Agustus 2019, sebelum dilantik menjadi menteri pada 23 Oktober 2019, sudah berisi orang-orang yang akan ditempatkan dalam jajaran staf khusus menteri, termasuk Jurist Tan dan Fiona Handayani," ujar hakim.

Lihat Juga :Nadiem Makarim Juga Dihukum Bayar Uang Pengganti Rp809,5 Miliar

Nadiem divonis 10 tahun penjara dan denda Rp1 miliar di kasus korupsi pengadaan laptop Chromebook dan Chrome Device Management (CDM) tahun anggaran 2020-2022.

Hakim menyatakan Nadiem terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan subsider.

Nadiem juga dijatuhi pidana tambahan berupa kewajiban membayar uang pengganti sejumlah Rp809,5 miliar.

Jika uang pengganti tidak dibayar, maka akan diganti dengan pidana 5 tahun penjara.

Salah satu anggota majelis hakim Andi Saputra memiliki pendapat berbeda dalam vonis ini alias dissenting opinion. Andi menilai dakwaan jaksa terhadap Nadiem tidak terbukti dan menilai Nadiem seharusnya dibebaskan dari segala dakwaan kasus Chromebook.

(yoa/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait