REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Harga garam di tingkat petambak di Kabupaten Cirebon, anjlok. Para petambak pun memilih tidak langsung menjual garam tersebut.
Salah seorang petambak garam di Desa Rawaurip, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Ismail, menyebutkan, harga garam di tingkat petambak saat ini hanya di kisaran Rp 600 per kilogram. Harga itu jauh lebih rendah dibandingkan harga garam di masa awal produksi pada April lalu yang mencapai Rp 2.000 per kilogram.
Baca Juga- 1.005 Petani Garam Cirebon Menanti Kepastian Hukum dan Pasar
- Dari Tambak ke Industri, Bima Pacu Hilirisasi Garam Demi Nilai Tambah Petani
- Bea Cukai Tindak Impor Ilegal Beras dan Garam, Ini Respons Mentan
“Harga garam sekarang sedang murah,” tutur Ismail kepada Republika, Senin (12/10/2026).
Ismail menjelaskan, rendahnya harga garam saat ini dikarenakan tingginya produksi garam para petambak. Hal itu menyusul berlangsungnya musim kemarau kering yang mendukung pembentukan kristal garam di tambak.
Ia mengatakan, produksi garam yang dihasilkan para petambak saat ini rata-rata mencapai 1,5 - 2 ton per hektare. Produksi garam itu dihasilkan setiap hari.
Untuk menghindari kerugian, lanjut Ismail, mayoritas petambak memilih untuk menyimpan garam mereka. Hanya sebagian garam yang dijual untuk sekedar memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Ya karena harga garamnya murah, mayoritas petambak untuk saat ini menyimpan hasil produksi garamnya,” terang Ismail.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika