JAKARTA — Harga minyak dunia menguat pada perdagangan Rabu (28/10/2026), didorong kekhawatiran terhadap gangguan pasokan energi akibat eskalasi konflik di Timur Tengah. Serangan terhadap fasilitas minyak di Arab Saudi, pertempuran di Yaman, serta potensi serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran turut menopang harga.
Harga minyak mentah Brent naik 1,44 dolar AS atau sekitar 1 persen menjadi 115,32 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS meningkat 2,88 dolar AS atau 3 persen menjadi 102,78 dolar AS per barel.
Baca Juga- Pertamina Ungkap Faktor Gangguan Distribusi BBM di Sejumlah Wilayah
- Pertamina Patra Niaga Intensifkan Penyaluran BBM, Pelayanan SPBU di Berbagai Wilayah Terus Dioptimal
- Pertamina Masih Bisa Impor BBM Langsung dalam Kondisi Darurat, Ini Syaratnya
Kenaikan tersebut mendorong Brent kembali memasuki wilayah overbought, kondisi ketika harga dinilai telah naik terlalu tinggi dibandingkan indikator teknikalnya. Reuters melaporkan, Brent telah memasuki kondisi tersebut untuk keempat kalinya dalam lima hari terakhir.
Kekhawatiran pasokan meningkat setelah kelompok Houthi di Yaman menyerang Bandara Aden pada Rabu, menurut keterangan pasukan pemerintah Yaman. Serangan itu terjadi setelah kelompok yang bersekutu dengan Iran tersebut memperingatkan masyarakat agar meninggalkan fasilitas tersebut di tengah meningkatnya pertempuran.
Sehari sebelumnya, Houthi mengklaim telah menyerang kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi menggunakan rudal. Kilang tersebut merupakan fasilitas pengolahan minyak terbesar di Arab Saudi dengan kapasitas 550 ribu barel per hari. Hingga laporan Reuters diterbitkan, otoritas Saudi belum mengonfirmasi serangan tersebut.
Senior Vice President of Trading BOK Financial, Dennis Kissler, mengatakan pasar minyak kembali memperhitungkan kemungkinan pengetatan pasokan dalam waktu dekat.
"Crude futures once again pricing in nearer term tighter supplies on news the US is likely to re-start military operations soon, which could be more intense than in the past given the latest attacks on Saudi Arabia and other Middle East allies," kata Kissler dalam catatannya.
Sejumlah analis dalam beberapa pekan terakhir memperkirakan AS berpotensi kembali melancarkan serangan terhadap Iran setelah pemilihan paruh waktu AS pada 3 November mendatang.
Di tengah upaya mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama delapan bulan, mediator Qatar dilaporkan telah menyampaikan rancangan kesepakatan baru kepada Iran untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. Namun, seorang pejabat senior Iran menyebut gagasan yang diajukan Doha belum dapat diterima dan belum memenuhi syarat sebagai tawaran kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Iran pada Rabu mengatakan Teheran masih memberikan kesempatan bagi diplomasi untuk berhasil. Ia juga membuka kemungkinan rencana tujuh hari yang diajukan Iran dapat diselesaikan dalam waktu kurang dari sepekan jika diterapkan.
Qatar bersama Pakistan memimpin upaya mediasi untuk mengakhiri konflik yang telah mengganggu pelayaran global dan pasokan minyak, serta meluas hingga Arab Saudi dan Yaman.