REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyiapkan tiga langkah untuk mengatasi harga telur yang anjlok dan belum mencapai harga acuan pembelian pemerintah sebesar Rp26.500 per kilogram. Langkah tersebut mencakup penguatan serapan telur melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG), penyerapan telur melalui Cadangan Pangan Pemerintah (CPP), serta pengawasan terhadap pembeli atau broker yang membeli telur jauh di bawah harga pokok produksi (HPP).
Amran mengatakan langkah tersebut disiapkan setelah harga telur peternak tertekan akibat berkurangnya permintaan saat program MBG sempat berhenti selama libur sekolah. Menurut dia, kondisi tersebut menunjukkan pentingnya MBG sebagai off-taker produk pertanian, termasuk telur yang dihasilkan peternak rakyat.
Baca Juga- BEI Buka Peluang Perluasan Wakaf Saham lewat SOTS
- Rupiah Makin Konsisten Bertengger di Bawah Level Rp18 Ribu, Ini Analisisnya
- Petani Sawit Masuk Hilirisasi, Koperasi Disiapkan Jadi Pemilik Pabrik CPO
“Karena kan harga telur menurun kan? Itu karena ada liburan MBG, kemarin libur anak sekolah MBG tidak jalan,” kata Mentan, Rabu (12/8/2026).
Langkah pertama, Amran akan bersurat kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Ini agar BGN segera menerbitkan petunjuk teknis (juknis) yang mewajibkan seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menyerap telur dengan harga acuan pemerintah Rp26.500 per kilogram.
Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Suganda mengatakan arahan tersebut telah disampaikan Amran saat mengikuti pertemuan dengan koperasi peternak ayam petelur dan perusahaan pabrik pakan. Kementan mendorong peningkatan permintaan telur melalui MBG agar harga di tingkat peternak kembali membaik.
“Bapak Menteri Pertanian akan bersurat kepada Kepala Badan Gizi Nasional untuk segera menerbitkan Juknis agar seluruh SPPG menyerap telur dengan harga acuan pemerintah, yaitu Rp26.500 per kilogram,” ujar Agung.
Langkah kedua, pemerintah menyiapkan opsi penyerapan telur melalui CPP. Amran yang juga menjabat Kepala Bappenas akan bersurat kepada Menteri Koordinator Bidang Pangan untuk membahas skema penyerapan telur tersebut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas), termasuk untuk kebutuhan bantuan sosial dan program penanganan stunting.
Jika disetujui, penyerapan telur melalui CPP akan dilakukan oleh BUMN yang ditunjuk dengan membeli langsung dari peternak melalui koperasi. Skema tersebut diharapkan dapat menciptakan tambahan permintaan sekaligus membantu menjaga harga telur di tingkat peternak.
Langkah ketiga, Amran meminta Satgas Pangan mengawasi dan menindak broker atau pembeli yang membeli telur terlalu jauh di bawah HPP. Kementan menyoroti pembelian telur di bawah Rp22.500 per kilogram dan mendorong harga di tingkat peternak setidaknya mencapai Rp24.000 per kilogram atau mendekati harga acuan Rp26.500.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika