REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Momentum Hari Anak Nasional hendaknya menjadi pengingat bagi seluruh elemen untuk semakin serius memenuhi hak-hak anak sebagai generasi penerus Indonesia. Hal itu disampaikan Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat, Farabi El Fouz.
Menurut Farabi, anak tidak hanya membutuhkan akses terhadap pendidikan dan layanan kesehatan yang berkualitas, tetapi juga lingkungan yang aman, keluarga yang harmonis, serta ruang tumbuh yang mendukung perkembangan karakter dan kreativitas.
"Anak-anak adalah penerus bangsa. Karena itu, seluruh pihak memiliki tanggung jawab untuk memastikan mereka tumbuh sehat, cerdas, berakhlak, dan terlindungi dari berbagai bentuk kekerasan maupun eksploitasi," kata Farabi kepada Republika.co.id, Jumat (24/7/26) pagi.
Ia menilai, tantangan yang dihadapi anak saat ini semakin kompleks. Selain persoalan gizi dan pendidikan, anak juga menghadapi ancaman perundungan, penyalahgunaan media digital, hingga kekerasan di lingkungan keluarga maupun sekolah. Karena itu, penguatan ketahanan keluarga menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tangguh.
Farabi mengajak pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam menciptakan lingkungan yang ramah anak. Menurut dia, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai dengan memastikan setiap anak memperoleh hak yang sama untuk belajar, bermain, beribadah, dan berkembang sesuai potensi yang dimiliki.
Ia juga mendorong agar program perlindungan anak, pencegahan stunting, peningkatan kualitas pendidikan, serta layanan kesehatan terus diperkuat sehingga mampu menjangkau seluruh anak, termasuk mereka yang berada di wilayah terpencil maupun kelompok rentan.
"Momentum Hari Anak Nasional harus menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari seberapa baik kita menjaga dan mempersiapkan masa depan anak-anak Indonesia," ujarnya.
Farabi berharap peringatan Hari Anak Nasional tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan menjadi penguat komitmen bersama untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak kepada kepentingan terbaik bagi anak. Dengan demikian, setiap anak Indonesia memiliki kesempatan yang sama untuk tumbuh menjadi generasi yang sehat, berkarakter, berdaya saing, serta mampu membawa bangsa menuju masa depan yang lebih baik.
Ikuti Whatsapp Channel Republika