REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi dan Media Hasan Nasbi mengatakan istilah 'londo ireng' yang sempat disampaikan Presiden Prabowo Subianto tidak ditujukan kepada masyarakat secara umum. Istilah itu ditujukan buat kelompok yang dinilai lebih suka membuat kegaduhan.
"Itu kan istilah saja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita," kata Hasan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
Baca Juga- Kasus Pemerasan, KPK Temukan Kejanggalan pada Percakapan Tersangka Anggota Polisi dan Ayahnya
- Respons Kabar Mal Dipagari, Penasihat Presiden: Jangan Tebar Berita Ketakutan
- Kepala BGN: Saya Gemas Lihat Komentar di Medsos Seolah MBG Habis-habiskan Anggaran Negara
Menurut Hasan, penyebutan istilah tersebut dimaksudkan sebagai pengingat agar seluruh elemen bangsa lebih mengedepankan persatuan daripada memperbesar perbedaan.
Dia mengatakan masyarakat seharusnya memperbanyak kekompakan dan optimisme dalam memandang masa depan bangsa, serta mengurangi sikap pesimistis agar Indonesia dapat bergerak lebih cepat.
"Jadi buat kita ini sebagai peringatan saja bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan," tegasnya.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara