REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Hasil kajian Institute for Sustainable Earth and Resources (I-SER) FMIPA Universitas Indonesia (UI) menunjukkan, banjir bandang di Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, disebabkan oleh hujan ekstrem. Hal itu terjadi akibat Siklon Senyar.
"Hasil temuan karena siklon Senyar mengakibatkan banjir bandang," ujar peneliti I-SER UI, Dr Eko Kusratmoko dalam siaran pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Baca Juga- Kafispolgama Salurkan Donasi 75 Juta Rupiah untuk Pemulihan Korban Banjir Sumatera
- 1.308 Hektare Sawah Rusak Akibat Banjir, Aceh Barat Percepat Pemulihan
- Brantas Abipraya Rampungkan 238 Huntara untuk Korban Banjir di Aceh
Berdasarkan pemodelan hidrologi dan hidrodinamik terkait bencana pada 25 November 2025, terungkap curah hujan harian mencapai 229,7 milimeter (mm) dengan akumulasi mingguan melebihi 600 mm. Angka itu setara dengan periode ulang 300 tahun.
Meski data menunjukkan adanya perubahan tutupan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Garoga sepanjang 1990-2026 dari hutan menjadi perkebunan kelapa sawit, porsinya hanya mencakup sekitar 10 persen dari total luas DAS sebesar 445 kilometer persegi. "Sebagian besar perubahan lahan sawit memang sebagian besar di bagian bawah, jadi sebenarnya tidak ada efeknya dengan banjir," kata Eko.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika