Nasional

HUT Ke-81 RI, Sidkon Djampi Dorong Pesantren dan Santri Jadi Kekuatan Bangsa

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Sidkon Djampi menilai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkuat peran pesantren dan santri dalam mengisi kemerdekaan. Menurut Sidkon,...

18 Agustus 2026, pukul 02:58 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Anggota Komisi I DPRD Jawa Barat Sidkon Djampi menilai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi kesempatan untuk memperkuat peran pesantren dan santri dalam mengisi kemerdekaan.

Menurut Sidkon, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga bagian penting dari sejarah perjuangan bangsa. Sejak masa perjuangan hingga kini, pesantren dan para kiai memiliki kontribusi besar dalam menanamkan nilai kebangsaan, membangun karakter, serta menjaga persatuan masyarakat.

“Pesantren sejak dahulu memiliki peran besar dalam perjuangan bangsa. Karena itu, setelah 81 tahun Indonesia merdeka, pesantren harus terus menjadi bagian dari kekuatan pembangunan nasional,” ujar Sidkon, Selasa (18/8/2026).

Ia mengatakan, semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan ke dalam penguatan sumber daya manusia di lingkungan pesantren. Para santri tidak cukup hanya memiliki kemampuan dalam bidang keagamaan, tetapi juga perlu dibekali kompetensi yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Menurut dia, santri memiliki potensi besar untuk menjadi generasi yang mampu menggabungkan nilai-nilai keislaman dengan kemampuan di bidang teknologi, ekonomi, kewirausahaan, sosial, dan kepemimpinan.

“Santri harus kita dorong agar memiliki wawasan yang luas. Mereka harus mampu berdakwah, tetapi juga mampu berwirausaha, menguasai teknologi, serta mengambil peran dalam berbagai bidang kehidupan,” katanya.

Sidkon juga mendorong pesantren agar semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi digital. Transformasi tersebut dinilai penting agar pesantren tetap menjadi pusat pendidikan yang relevan sekaligus mampu menjawab kebutuhan generasi muda.

Di sisi lain, ia menilai penguatan ekonomi pesantren perlu mendapat perhatian. Pesantren dapat mengembangkan berbagai unit usaha produktif yang melibatkan santri dan masyarakat sekitar. Dengan demikian, pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan, tetapi juga mampu membangun kemandirian ekonomi.

“Semangat kemerdekaan adalah semangat kemandirian. Pesantren juga harus semakin mandiri, baik dalam pendidikan maupun ekonomi,” ujar dia.

Sidkon berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memberikan ruang bagi pesantren dan santri untuk berkembang. Kolaborasi antara pemerintah, pesantren, dunia usaha, dan masyarakat dinilai penting untuk menciptakan generasi yang berkarakter sekaligus kompetitif.

“Kalau dulu para santri dan ulama ikut berjuang merebut kemerdekaan, maka hari ini santri harus menjadi bagian dari perjuangan mengisi kemerdekaan dengan ilmu, akhlak, kreativitas, dan kerja nyata,” katanya. 

Lihat di situs asli

Berita terkait