Nasional

Ikut Kesepakatan Badr Bersama Pakistan, Turki dan Qatar, RI Ingin Tingkatkan Produksi Pertahanan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia akan mengoptimalkan kemitraan pertahanan 'Memorandum Badr' yang ditandantangani bersama Pakistan, Qatar, dan Turki untuk meningkatkan kapabilitas produksi pertahanan nasional. “Kita...

22 Oktober 2026, pukul 12:48 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyatakan Indonesia akan mengoptimalkan kemitraan pertahanan 'Memorandum Badr' yang ditandantangani bersama Pakistan, Qatar, dan Turki untuk meningkatkan kapabilitas produksi pertahanan nasional.

“Kita ingin meningkatkan kemampuan nasional, dan dalam hal ini kita bermitra dengan negara-negara yang sudah dipertimbangkan memiliki kualifikasi dan kompatibilitas dalam mendukung peningkatan kemampuan produksi Indonesia,” kata Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela dalam jumpa pers di Jakarta pada Kamis.

Baca Juga

Dia menjelaskan 'Memorandum Badr' secara khusus mengatur sejumlah bidang kerja sama, antara lain bidang riset dan pengembangan serta alih teknologi.

Kemudian, kolaborasi industri dan manufaktur untuk membuka peluang investasi dari kerja sama pembuatan alutsista yang tangguh dan kompetitif, serta pengembangan sumber daya manusia untuk meningkatkan kapasitas SDM di bidang industri pertahanan.

“Langkah ini akan mendorong inovasi teknologi pertahanan melalui penggabungan kepakaran keempat negara,” kata Jubir Kemlu RI.

Indonesia menilai kemitraan tersebut merupakan upaya membangun kerja sama strategis di bidang pertahanan berdasarkan prinsip saling percaya, kesetaraan, timbal balik, dan kepentingan bersama.

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait