REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengungkapkan alasan menggelar sayembara menangkap begal untuk masyarakat berhadiah Rp 5 juta hingga Rp 50 juta. Ia beralasan warga senang dengan hadiah. Selain itu, sayembara juga akan meminimalisasi warga main hakim sendiri kepada pelaku begal.
"Begini, tradisi bangsa kita itu tradisi hadiah. Di sekolah kalau ada ranking pertama dan diumumkan,belajarnya jadi rajin. Kemudian kalau dilombakan, juga jadi rajin," ucap dia seusai acara Apel Berseka di Sport Jabar Arcamanik, Kota Bandung, Jumat (24/7/2026).
Baca Juga- Survei LSI: Sebanyak 95,4 Persen Publik Puas Kinerja Dedi Mulyadi
- Bangunan Liar di Bandung Barat Dibongkar Usai Disidak Dedi Mulyadi
- Pelatih Mesir Dedikasikan Kemenangan untuk Palestina
Dengan sayembara ini, ia mencontohkan warga apabila menangkap pelaku pencurian sepeda motor tidak akan dipukuli hingga mati. Mereka akan mengantarkan ke kepolisian karena mengetahui bakal dapat hadiah sayembara.
"Logikanya sederhana misalnya ada maling motor, jangan digebuki sampai mati. Kalau ada sayembara dari saya, tidak usah digebuki sampai mati, lumayan, Rp 10 juta kalau diantarkan. Itu secara psikologis akan memengaruhi," ungkap dia.
Dedi melanjutkan sayembara tangkap begal akan memicu dan memotivasi warga untuk kembali mengadakan ronda. Sebab apabila saat ronda berhasil menangkap pelaku kejahatan berpotensi mendapatkan hadiah.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika