Nasional

Ini Alasan Wasabi dan Jahe Jadi 'Penyelamat' Saat Makan Sushi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa waktu lalu, beredar video yang memperlihatkan dugaan seekor parasit keluar dari potongan sashimi di salah satu restoran sushi di Hong Kong. Dalam video tersebut, seorang...

18 Juni 2026, pukul 02:58 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa waktu lalu, beredar video yang memperlihatkan dugaan seekor parasit keluar dari potongan sashimi di salah satu restoran sushi di Hong Kong. Dalam video tersebut, seorang pelanggan mengaku menemukan cacing berbentuk linear merayap keluar dari ikan kinmedai saat hendak memotret makanannya sebelum disantap.

Kejadian itu memicu kekhawatiran termasuk bagi pencinta sushi di Indonesia. Menanggapi insiden tersebut, pakar gizi dari IPB University, Dr Karina Rahmadia Ekawidyani, menyampaikan risiko kesehatan akibat mengonsumsi ikan mentah. la meminta masyarakat untuk lebih selektif dalam memili tempat makan untuk menghindari paparan parasit yang sering ditemui pada ikan mentah.

Baca Juga

Menurut Karina, ikan mentah berisiko mengandung berbagai jenis parasit, seperti cacing pita (Diphyllobothrium spp), nematoda, trematoda, hingga protozoa. Infeksi parasit ini dapat memicu gangguan saluran cerna akut yang muncul dalam waktu satu hingga dua jam hingga 14 hari setelah konsumsi.

Beragam sushi dan sashimi. - (Republika/Wihdan Hidayat)

 

Gejala umum yang dirasakan antara lain mual, muntah, diare terkadang disertai darah nyeri perut, pusing, hingga demam dan menggigil. "Dalam kasus kronis, infeksi ini dapat menyebabkan anemia, penurunan berat badan, defisiensi vitamin B12, serta peradangan pada saluran empedu (kolangitis) atau pankreas (pankreatitis)," kata Karina dalam keterangan tertulis, dikutip pada Kamis (18/6/2026).

la menjelaskan, risiko infeksi parasit pada ikan mentah dapat dikurangi melalui penerapan standar keamanan pangan yang tepat, baik dalam proses penyimpanan maupun pengolahannya. Terdapat beberapa metode yang dapat digunakan untuk mematikan larva parasit pada ikan. Salah satunya melalui pemasakan pada suhu 55 derajat Celsius selama lima menit.

Potongan daging salmon. - (flickr)

 

"Metode lain adalah pembekuan ekstrem yaitu pada suhu minus 20 derajat Celsius selama tujuh hari atau minus 35 derajat Celsius selama 15 jam untuk daging dengan ketebalan kurang dari 15 centimeter," kata Karina.

Menurut dia, restoran memiliki tanggung jawab besar untuk menerapkan standar keamanan pangan yang ketat, termasuk memastikan ikan disimpan sesuai suhu dan durasi yang tepat. Sementara itu, konsumen, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia, disarankan memilih menu sushi dengan bahan ikan yang telah dimasak.

 

 

Loading...
Lihat di situs asli

Berita terkait