REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tingkat literasi keuangan syariah di Indonesia telah mencapai 43,07 persen, tetapi tingkat inklusinya baru 13,24 persen. Kesenjangan tersebut menunjukkan masih adanya jarak antara pemahaman masyarakat terhadap keuangan syariah dan penggunaan produk serta layanannya.
Presiden Direktur Bank Aladin Syariah Koko Rachmadi mengatakan kondisi tersebut membuat perluasan akses menjadi salah satu faktor penting dalam pengembangan keuangan syariah. Menurut dia, edukasi perlu berjalan bersama dengan ketersediaan layanan yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Baca Juga- Bukan Sekedar Alternatif: Perbankan Syariah Pendorong Ketahanan Ekonomi Nasional
- Masjid Pantai Jembrana Dikembangkan Jadi Pusat Wisata Halal dan Ekonomi Syariah
“Kolaborasi para pemangku kepentingan semakin penting mengingat tantangan pengembangan keuangan syariah saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan pemahaman masyarakat, tetapi juga pada mendorong pemanfaatan produk secara nyata,” kata Koko dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).
Koko mengatakan, Bank Aladin Syariah berupaya memperluas akses melalui layanan perbankan digital serta jaringan ekosistem yang telah dibangun bersama Alfa Group.
Ekosistem tersebut didukung lebih dari 25.000 gerai minimarket Alfa Group di seluruh Indonesia. Jaringan ini menjadi salah satu jalur bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap layanan perbankan syariah yang terhubung dengan aktivitas sehari-hari.
“Kami percaya bahwa literasi yang baik perlu diiringi dengan akses yang mudah terhadap layanan keuangan syariah yang relevan dengan kebutuhan sehari-hari. Sebagai bank syariah digital, Bank Aladin Syariah berkomitmen menghadirkan pengalaman perbankan yang sederhana, inklusif, dan memberikan manfaat nyata, sekaligus mendukung upaya OJK dalam memperluas inklusi keuangan syariah di Indonesia,” ujar Koko.
Upaya memperluas akses tersebut juga dilakukan melalui partisipasi Bank Aladin Syariah dalam Expo Keuangan dan Seminar Syariah (EKSiS) 2026 yang digelar pada 20-23 Agustus 2026 di Mall Kota Kasablanka, Jakarta.
Dalam kegiatan tersebut, Bank Aladin Syariah memperkenalkan produk perbankan syariah digital kepada masyarakat. Perseroan juga menawarkan program bagi hasil melalui produk Ala Impian sebesar 8 persen per tahun dan Ala Deposito dengan total benefit 8,5 persen per tahun selama program yang berlaku.
Di sisi kinerja, Bank Aladin Syariah membukukan laba bersih Rp38,3 miliar hingga kuartal II 2026. Total aset perseroan mencapai Rp15,1 triliun dengan jumlah nasabah terdaftar lebih dari 3,9 juta.
Pertumbuhan tersebut berlangsung di tengah upaya perseroan memperluas ekosistem layanan digital. Kolaborasi dengan Alfa Group menjadi salah satu strategi dengan dukungan lebih dari 25.000 gerai minimarket di berbagai wilayah Indonesia.
Bank Aladin Syariah menilai penguatan ekosistem menjadi faktor penting dalam memperluas penggunaan layanan keuangan syariah. Dengan akses digital dan jaringan yang lebih luas, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan untuk menggunakan layanan perbankan syariah dalam aktivitas finansial sehari-hari.
Ikuti Whatsapp Channel Republika