REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perusahaan multinasional SCG meraih penghargaan kategori Waste Management Innovation dalam ESG Now Awards 2026 yang diselenggarakan Republika. Penghargaan tersebut diberikan atas inovasi perusahaan dalam mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif serta mendorong penerapan ekonomi sirkular melalui kolaborasi dengan pemerintah dan masyarakat.
Penghargaan yang menjadi bagian dari rangkaian ESG Now Movement 2026 bertema “Inspiring Impact” itu diberikan di tengah meningkatnya tantangan pengelolaan sampah, baik di tingkat global maupun nasional. Inovasi yang dikembangkan SCG dinilai relevan dengan kebutuhan untuk mengurangi timbulan sampah sekaligus meningkatkan pemanfaatan sumber daya secara berkelanjutan.
Baca Juga- Eceng Gondok, PLN IP UBP Saguling Raih ESG Award 2026
- BCA Raih ESG Now Awards 2026 Berkat Genera-Z Berbakti
- Daur Ulang Life Jacket, PELNI Raih Penghargaan ESG Now Republika
Berdasarkan laporan Global Waste Management Outlook 2024 yang diterbitkan Program Lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNEP), timbulan sampah perkotaan global diperkirakan meningkat dari 2,1 miliar ton pada 2023 menjadi 3,8 miliar ton pada 2050. Sementara itu, di Indonesia, sekitar 75 persen sampah nasional atau setara 105.483 ton per hari disebut belum tertangani secara memadai.
Kondisi tersebut memperlihatkan pentingnya inovasi pengelolaan sampah yang tidak hanya berorientasi pada pengumpulan dan pembuangan, tetapi juga pemanfaatan kembali material yang masih memiliki nilai guna. Salah satu pendekatan yang dikembangkan SCG adalah mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif untuk mendukung kebutuhan energi industri.
Melalui anak perusahaannya, PT Semen Jawa, SCG mengembangkan fasilitas Refuse-Derived Fuel (RDF) di Tempat Pengolahan Sampah Akhir (TPSA) Cimenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Fasilitas yang beroperasi sejak 2025 itu mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif yang dapat dimanfaatkan dalam proses produksi semen.
Hingga saat ini, fasilitas tersebut telah mengolah lebih dari 91.000 ton sampah. Inisiatif ini menghubungkan kebutuhan pemerintah daerah dalam menangani persoalan sampah dengan kebutuhan industri untuk memperoleh sumber energi alternatif.
Selain pengembangan fasilitas RDF, SCG menjalankan program SCG Mentari atau Menjaga Lingkungan Tetap Lestari di Kabupaten Sukabumi. Program tersebut mendorong masyarakat memilah sampah dari rumah agar material yang terkumpul dapat dimanfaatkan kembali, alih-alih berakhir sebagai sampah yang tidak terkelola.
Melalui program SCG Mentari, perusahaan menyebut telah memberdayakan 1.600 masyarakat dan mengumpulkan lebih dari 54.000 kilogram sampah. Sampah yang terkumpul kemudian dikirimkan ke PT Semen Jawa untuk dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif dalam proses produksi.
@republikaonline Selamat kepada seluruh pemenang ESG Now Awards 2026! Apresiasi ini menjadi bentuk penghargaan bagi mereka yang terus berkontribusi dalam mewujudkan masa depan yang lebih berkelanjutan. #Republika #ESGNowMovement2026 #InspiringImpact #LeadershipForum #CircularEconomy ♬ original sound - RepublikaLoading... Ikuti Whatsapp Channel Republika