Nasional

Iran Sebut ‘Bagian Utama’ Kesepahaman dengan AS Telah Diselesaikan, Tapi Washington Merusaknya

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Iran pada Kamis (11/6/2026) menyatakan bahwa "bagian utama" dari teks kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) telah diselesaikan. Namun, Iran menuding Washington merusak kemajuan tersebut melalui perubahan posisinya. Saat...

12 Juni 2026, pukul 03:42 WIB · dibaca 2 kali

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL - Iran pada Kamis (11/6/2026) menyatakan bahwa "bagian utama" dari teks kesepahaman dengan Amerika Serikat (AS) telah diselesaikan. Namun, Iran menuding Washington merusak kemajuan tersebut melalui perubahan posisinya.

Saat berbicara di televisi pemerintah Iran pada Kamis malam, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeli Baghaei, mengatakan Teheran telah memperjelas bahwa mereka tidak akan menerima apa yang dia sebut sebagai tuntutan "tidak sah" selama kontak tidak langsung dengan AS.

Baca Juga

"Bagian utama dari teks kesepahaman telah diselesaikan," kata Baghaei, menambahkan bahwa "posisi kontradiktif" Washington mengganggu proses tersebut.

Dia mengatakan AS dalam beberapa hari terakhir telah mencoba memaksakan "tuntutan yang tidak biasa" kepada Teheran, tetapi Iran menunjukkan bahwa mereka tidak akan pernah menyerah pada kondisi yang tidak sah.

Baghaei juga mengatakan, jalur diplomatik telah terpengaruh oleh apa yang dia sebut sebagai tindakan ilegal AS terhadap Iran. Dia mengatakan para mediator tetap aktif dan Teheran telah menyampaikan posisinya kepada mereka dengan sangat jelas.

Pernyataan tersebut disampaikan beberapa jam setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia telah membatalkan serangan yang direncanakan terhadap Iran dan bahwa diskusi serta rincian akhir dari potensi kesepakatan telah disetujui oleh berbagai pihak regional dan internasional.

Presiden AS Donald Trump mengatakan telah membatalkan rencana serangan dan pemboman AS terhadap Iran. Menurutnya, hal ini setelah rancangan kesepakatan damai disetujui oleh “tingkat tertinggi” kepemimpinan Iran dan beberapa negara di kawasan. 

“Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah membatalkan jadwal serangan dan pemboman terhadap Iran malam ini,” tulisnya di Truth Social, Jumat.

“Diskusi dan poin akhir, baik secara konsep maupun detail, telah disetujui oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, UEA, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, Mesir, dan lainnya,” ujarnya. 

“Blokade laut akan tetap berlaku penuh sampai transaksi ini diselesaikan – waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan.”

      View this post on Instagram      

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait