REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran tidak akan membuka Selat Hormuz sampai Amerika Serikat memenuhi sejumlah syarat, termasuk mengakhiri ancaman terhadap Teheran, kata Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran Mohammad Bagher Zolghadr, Ahad (9/8/2026).
"Selat Hormuz tidak akan dibuka sampai AS memperbaiki sikapnya dan berhenti mengancam Republik Islam," katanya seperti dikutip Press TV.
Baca Juga- Rupiah Menguat ke Rp 17.911 per Dolar AS, Ditopang Optimisme Selat Hormuz dan PDB RI
- Kapal Tankernya Diserang di Selat Hormuz, UEA Kecam Iran
- Iran dan Oman Sepakati Koordinat Rute Pelayaran Selat Hormuz
Syarat-syarat yang disampaikan oleh pejabat senior Iran itu juga mencakup penghentian operasi militer terhadap Iran dan sekutunya, pencabutan sanksi serta blokade laut, penarikan pasukan AS dari wilayah di sekitar Iran, dan pembayaran kompensasi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya mengumumkan dia telah membatalkan serangan terhadap Iran mengingat adanya kesepakatan damai yang sedang dirintis, yang mencakup pembukaan Selat Hormuz dan kesepakatan mengenai program nuklir.
Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (5/8/2026) menyatakan Iran dan Oman telah menyepakati rincian geografis rute pelayaran kapal yang melintasi Selat Hormuz.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara