REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Kota Khan Younis, Rafah, serta Gaza City pada Selasa (30/6/2026) menjadi target operasi militer Israel yang semakin gencar. Penjajah kian intensif melakukan penembakan artileri, penghancuran rumah dan infrastruktur sipil, serta penargetan lingkungan perumahan, yang mengakibatkan puluhan keluarga mengungsi.
Operasi militer Israel dilakukan menjelang diluncurkannya proyek percontohan Dewan Perdamaian (Board of Peace) yang diinisiasi Presiden Amerika Serikat Donald J Trump belum lama ini.
Baca Juga- Perkembangan Komik di Era Modern
- Maqasid Syariah dan Krisis Akal di Balik Kecanggihan AI
- Aturan B50 Resmi Berlaku, Ini Dampaknya bagi Kendaraan Diesel
Koresponden WAFA melaporkan bahwa pasukan penjajah Israel pada Selasa pagi meluncurkan empat operasi penghancuran besar-besaran yang menargetkan rumah dan infrastruktur sipil di daerah timur dan timur laut Khan Younis.
Penembakan artileri juga menghantam daerah barat laut Rafah, sementara kendaraan militer Israel melepaskan tembakan ke wilayah timur Khan Younis.
Mantan tahanan Palestina yang telah dibebaskan, Abdullah Ismail Abu Harbid (36 tahun), duduk di luar tenda tempat tinggalnya di sebuah kamp pengungsian di Kota Gaza, Rabu (24/6/2026). - (EPA/MOHAMMED SABER)
Di Gaza City, pasukan Israel juga meledakkan sebuah robot jebakan yang dipasang sejumlah besar bahan peledak, yang menargetkan rumah-rumah di lingkungan Tuffah di timur laut kota.
Kejadian Ini bertepatan dengan tembakan intens dari kendaraan militer dan ledakan sporadis di lingkungan Shuja'iyya dan Tuffah.
Penembakan meluas ke daerah timur Beit Lahia di Jalur Gaza utara, yang juga menargetkan daerah Atatra di barat laut Kota Gaza.
Sejumlah sumber medis melaporkan bahwa delapan warga Palestina, termasuk dua anak, tewas dan sejumlah lainnya terluka pada Senin.
Menurut sumber kesehatan, total korban tewas sejak pelanggaran gencatan senjata terjadi pada Oktober 2025 bertambah menjadi 1.045 orang, dengan 3.380 lainnya terluka.
Sumber tersebut menambahkan bahwa jumlah keseluruhan korban agresi Israel di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah mencapai 73.058 orang tewas dan 173.488 orang terluka.
Anggota sayap militer Hamas yang bersenjata mengambil bagian dalam upacara penyerahan sandera selama gencatan senjata baru-baru ini. - (EPA)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara