Nasional

Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Luncurkan Gerakan Sopan

Gerakan ini menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memperkuat cadangan air tanah, terutama saat musim kemarau.

28 Oktober 2026, pukul 05:10 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Jaga Air Tanah dari Rumah, Pemprov Jateng Luncurkan Gerakan Sopan Pemprov Jateng | CNN Indonesia Rabu, 28 Okt 2026 12:10 WIB Bagikan: URL berhasil disalin (Foto: Arsip Pemprov Jateng) Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) resmi meluncurkan Gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan (Sopan) di Dusun Gertas, Desa Brongkol, Kecamatan Jambu, Kabupaten Semarang pada Selasa (27/10).

Gerakan ini menjadi langkah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan dan memperkuat cadangan air tanah, terutama saat musim kemarau.

Sumur resapan yang sudah ada sejak tahun 2019 itu terus memberi manfaat kepada warga Dusun Gertas, terutama dalam membantu menjaga kestabilan debit air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Gubernur (Wagub) Jateng, Taj Yasin Maimoen mengatakan, pengalaman masyarakat Dusun Gertas dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Jawa Tengah untuk mengembangkan gerakan konservasi air dari lingkungan rumah tangga.

"Kita mulai dari Gertas, karena di sini sudah sejak tahun 2019 menerapkan gerakan sumur resapan yang sudah ada manfaatnya," kata Taj Yasin usai meninjau lokasi.

Ia mencontohkan pohon alpukat di sekitar lokasi yang terus berbuah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi salah satu gambaran manfaat upaya menjaga ketersediaan air di lingkungan.

Melalui gerakan Sak Omah Sak Sumur Resapan, Taj Yasin berharap masyarakat semakin peduli terhadap kelestarian lingkungan. Pembuatan sumur resapan di sekitar rumah didorong menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan secara bersama-sama untuk mendukung konservasi air.

Salah seorang warga Dusun Gertas, Isroudin, mengakui manfaat sumur resapan. Sebelumnya, debit air sumur bor cenderung kecil. Setelah sumur resapan dibangun, debit air kini lebih stabil.

"Alhamdulillah, setelah ada sumur resapan, debit mulai stabil. Jadi, untuk musim kemarau ini sangat mendukung dan menguntungkan bagi masyarakat Dusun Gertas," kata Isroudin.

Saat ini, terdapat lima titik sumur resapan di Dusun Gertas dengan kedalaman sekitar tiga meter, yang dibangun secara swadaya dengan dukungan Dinas Pertanian Kabupaten Semarang.

(rea/rir) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait