JAKARTA — Jakarta Financial Festival (FinFest) 2026 menghimpun dana masyarakat lebih dari Rp 5 miliar dan memfasilitasi pembukaan lebih dari 1.000 rekening baru selama dua hari penyelenggaraan. Kegiatan yang berlangsung di Blok M Square, Jakarta Selatan, pada 23–24 Oktober 2026 itu dihadiri lebih dari 7.500 pengunjung.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jabodebek Edwin Nurhadi mengatakan, kegiatan seperti FinFest menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan jasa keuangan kepada masyarakat. Menurut dia, perluasan akses keuangan perlu diikuti dengan peningkatan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan.
Baca Juga- Bengkel Pesawat di Bali Kantongi Sertifikasi Eropa, Bidik Maskapai Internasional
- Aimoga Perlihatkan Peran Robot dalam Kehidupan Sehari-hari pada Masa Depan
- Sejumlah Bintang WNBA Bakal Latih 80 Pebasket Putri Muda di Singapura
“FinFest 2026 menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan layanan jasa keuangan kepada masyarakat. Kami berharap kegiatan seperti ini tidak hanya mendorong pembukaan rekening baru, tetapi juga meningkatkan pemahaman masyarakat dalam mengelola keuangan dan memanfaatkan produk jasa keuangan secara bijak,” kata dia melalui keterangannya, Rabu (28/10/2026).
FinFest 2026 merupakan bagian dari rangkaian Bulan Inklusi Keuangan yang melibatkan OJK, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Bank Indonesia, Perumda Pasar Jaya, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) DKI Jakarta, serta sejumlah pelaku industri jasa keuangan. Dalam kegiatan tersebut, Bank Jakarta memperkenalkan berbagai layanan perbankan, mulai dari pembukaan rekening tabungan hingga produk pendanaan dan pembiayaan.
Direktur Utama Bank Jakarta sekaligus Ketua FKIJK DKI Jakarta, Agus H Widodo, mengatakan, literasi keuangan perlu dibarengi dengan kemudahan akses layanan perbankan agar masyarakat dapat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak. Karena itu, Bank Jakarta juga menawarkan layanan perbankan digital serta promosi deposito daring kepada pengunjung dalam kegiatan tersebut.
“Literasi keuangan yang baik akan mendorong masyarakat mengambil keputusan finansial secara lebih bijak, sedangkan inklusi keuangan yang berkualitas dapat membuka peluang ekonomi yang lebih luas,” ujar Agus.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika