Nasional

Jaringan TV SBS Tuai Kritik Karena Tayangkan Drama Baru Ha Young

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan televisi Korea Selatan SBS menghadapi gelombang kritik terkait rencana penayangan drama "The Long Shot Trial" yang dibintangi aktris Ha Young. Kontroversi muncul di tengah sorotan terhadap...

17 Agustus 2026, pukul 10:44 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jaringan televisi Korea Selatan SBS menghadapi gelombang kritik terkait rencana penayangan drama "The Long Shot Trial" yang dibintangi aktris Ha Young. Kontroversi muncul di tengah sorotan terhadap sejarah keluarga Ha Young yang dikaitkan dengan aktivisme pro-Jepang pada masa pendudukan Jepang di Korea pada 1910-1945.

Drama tersebut dijadwalkan tayang perdana pada 26 Februari 2027, hanya tiga hari sebelum Korea Selatan memperingati Hari Gerakan Kemerdekaan atau Samiljeol pada Maret. Hari tersebut memperingati demonstrasi kemerdekaan Korea pada 1919 melawan pendudukan Jepang.

Baca Juga

Waktu penayangan tersebut menjadi salah satu alasan kritik publik semakin menguat. Apalagi, drama "The Long Shot Trial" merupakan adaptasi dari serial televisi Jepang "Legal V: Ex-lawyer Shoko Takanashi".

Di media sosial, sejumlah warganet mempertanyakan keputusan SBS memilih Ha Young untuk berperan sebagai karakter pengacara yang menjunjung keadilan. Padahal, aktris tersebut memiliki leluhur dari kalangan bangsawan pro-Jepang.

"Sungguh ironis, keluarga yang memiliki akar dari kalangan bangsawan pro-Jepang malah berusaha membanggakan diri setelah mengambil alih warisan Kim Ik-nam. Kakeknya pernah bekerja sebagai dokter dalam eksperimen manusia di Sorokdo, dan kini anaknya memerankan pengacara yang menjunjung kebenaran tepat tiga hari sebelum Hari Gerakan Kemerdekaan? Sungguh lelucon," demikian kata warganet dilansir laman Korea Times, Senin (17/8/2026).

"Negara ini menikmati kebebasan berkat pengorbanan para aktivis kemerdekaan, jadi sungguh tidak adil jika keturunan kolaborator pro-Jepang, bukan keturunan pejuang kemerdekaan, justru hidup berkecukupan," kata warganet lainnya.

Dalam drama "The Long Shot Trial", Ha Young memerankan seorang pengacara pemula yang sangat bersemangat. Karakter tersebut memiliki pengetahuan hukum yang sempurna, tetapi belum memiliki pengalaman di ruang sidang. la digambarkan memiliki empati dan rasa keadilan yang kuat sehingga kerap bertindak gegabah dan langsung terjun menangani berbagai kasus.

Gelombang kritik ini membuat drama "The Long Shot Trial" diliputi ketidakpastian. Sumber dari kalangan industri mengatakan tim produksi mengambil sikap hati-hati setelah isu mengenai aktivitas pro-Jepang Ahn Sang-ho mencuat.

"Kami sedang memantau situasi," kata pihak produksi.

Selain itu, menurut tim produksi, tidak mudah untuk mengganti Ha Young dengan aktris lain karena syuting telah berlangsung cukup jauh. Sekitar 90 persen proses syuting drama tersebut disebut telah selesai. Hingga kini, SBS belum memberikan komentar resmi mengenai perubahan status produksi ataupun mengumumkan perubahan jadwal penayangan.

Kontroversi terhadap Ha Young berkaitan dengan tuduhan mengenai sejarah keluarganya. Kemarahan publik tertuju pada sosok buyut Ha Young bernama Ahn Sang-ho, yang secara aktif terlibat sebagai kolaborator pro-Jepang pada masa penjajahan.

Sementara itu, kakek Ha Young disebut pernah bekerja sebagai dokter di Pulau Sorokdo pada masa kolonial. Pulau tersebut dikenal sebagai lokasi pengasingan paksa serta berbagai tindakan dan eksperimen medis terhadap para penderita kusta.

Kontroversi kemudian semakin berkembang setelah pengguna internet mempertanyakan atribusi sejumlah pencapaian sejarah dokter Kim Ik-nam kepada Ahn Sang-ho. Kekeliruan tersebut disebut berasal dari artikel opini yang dimuat JoongAng llbo pada 2002 dan ditulis oleh ayah Ha Young.

Dalam artikel tersebut, Ahn Sang-ho disebut sebagai salah satu pendiri pendidikan kedokteran pada masa awal Korea serta pemimpin organisasi kedokteran pertama di negara tersebut. Namun, berdasarkan catatan resmi yang disebut dalam laporan tersebut, Kim Ik-nam merupakan dokter Korea pertama yang mendapatkan pendidikan kedokteran modern secara lengkap. la kembali ke Korea pada 1900 untuk mendidik para dokter.

Sementara itu, Ahn Sang-ho disebut menolak perintah pemerintah untuk kembali dari Jepang. la kemudian diberhentikan dari jabatannya dan selanjutnya bekerja sama dengan otoritas kolonial Jepang.

 

Lihat di situs asli

Berita terkait