Nasional

Jasad yang Terkubur 20 Tahun Dipindah Gara-gara Beda Pilihan Pilkades

Pembongkaran kubur di Bekasi terjadi akibat konflik pilkades. Jenazah yang telah 20 tahun di dalam makam dipindahkan setelah ada mediasi.

28 Oktober 2026, pukul 03:18 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Makam Warga Dipindah Gara-gara Beda Pilihan Kepala Desa di Bekasi CNN Indonesia Rabu, 28 Okt 2026 10:18 WIB Bagikan: URL berhasil disalin Ilustrasi kuburan.Pembongkaran kubur di Bekasi terjadi akibat konflik pilkades. CNN Indonesia/Yugo Hindarto Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Pembongkaran kubur di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) terjadi akibat beda pilihan dalam pemilihan kepala desa (Pilkades). Jenazah yang setidaknya telah 20 tahun di dalam makam dipindahkan setelah ada mediasi dari pihak berwenang.

Rekaman video peristiwa yang terjadi di Kecamatan Cabangbungin, Kabupaten Bekasi itu pun viral di media sosial. Dalam rekaman video amatir yang beredar di media sosial, tampak sejumlah warga menggali kuburan. Dinarasikan, gara-gara kisruh pilkades, jenazah yang sudah 20 tahun dimakamkan itu akhirnya dibongkar dan dipindahkan.

Kapolsek Cabangbungin AKP Alex Candra mengonfirmasi peristiwa pembongkaran makam terkait beda pilihan pilkades tersebut. Dia bilang lokasi kuburan yang dibongkar berada di Kampung Cap Jaya RT 07 RW 03, Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabangbungin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Benar, itu kejadiannya Minggu, 25 Oktober 2026," kata AKP Alex, Rabu (28/10) dikutip dari detikcom.

Pilihan Redaksi

Alex mengatakan pembongkaran makam dilakukan setelah ada kesepakatan di antara dua belah pihak. Dia pun memastikan pembongkaran makam itu dihadiri perangkat desa, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa. Pelaksanaannya juga, kata dia, berjalan aman dan lancar.

"Jadi, kesepakatan bongkar makam itu memang sebelumnya ada permasalahan, kemudian sudah berdamai, dan jenazah dipindahkan ke makam keluarganya," ungkap Alex.

Kisruh ini berawal dari pilkades yang melibatkan dua warga, sebut saja A dan B. A adalah pendukung calon kades yang menang, sementara si B adalah pendukung calon yang kalah.

Persoalan bermula karena ada ketersinggungan antara dua pendukung tersebut soal calon jagoan masing-masing. Si B, yang sekaligus pemilik lahan kuburan, merasa tersinggung oleh si A karena jagoannya 'diejek'.

"Awalnya itu karena dengar suara-suara terkait pilkades juga, 'Nggak punya uang kok Si C nyalon-nyalon', punya ketersinggungan di situ," kata Alex.

Ketersinggungan itu berlanjut menjadi konflik sosial. Si B selaku pemilik lahan kuburan kemudian meminta A memindahkan makam almarhum ayahnya.

"Karena ketersinggungan, akhirnya ditengahi, dan diselesaikan. Akhirnya, pendukung yang menang ini mindahin makamnya. Jadi itu tanah makam pribadi dari pihak yang kalah," jelasnya.

Setelah upaya mediasi, kedua belah pihak akhirnya bersepakat untuk memindahkan makam tersebut. Kapolsek menyebutkan proses pemindahan kuburan berjalan aman dan lancar.

Baca berita lengkapnya di sini.

(tim/kid) Bagikan: URL berhasil disalin
Lihat di situs asli

Berita terkait