REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON— Dampak perang antara Amerika Serikat dan Iran kini tidak lagi hanya diukur dari apa yang terjadi di medan tempur.
Dampaknya mulai merembet jauh melampaui medan perang, hingga ke gudang persenjataan Amerika Serikat, jalur produksi amunisi, bahkan rantai pasok mineral langka.
Baca Juga- Berapa Biaya yang Dikeluarkan AS untuk Perang Iran? Ternyata Jumlahnya Fantastis
- 7 Bentuk Siksa Neraka yang Diabadikan dalam Alquran, Ada Satu yang Paling Berat
- Ketika Abu Hurairah Mengganjal Perutnya dengan Batu dan Rahasia Hikmah di Baliknya
Seiring berlanjutnya perang, pertanyaan di Washington semakin mengemuka: seberapa besar persediaan rudal ofensif dan rudal pencegat yang telah digunakan Amerika Serikat?
Apakah stok yang tersisa masih cukup bagi militer AS untuk menghadapi konflik berkepanjangan atau menangani krisis militer lain secara bersamaan di berbagai belahan dunia?
Sejumlah perkiraan, sumber media, dan lembaga riset Amerika menunjukkan adanya pengurasan yang cukup signifikan terhadap beberapa jenis amunisi utama, termasuk rudal pencegat Patriot dan THAAD, serta rudal ofensif Tomahawk, ATACMS, dan PrSM.
Sementara Gedung Putih menilai Amerika Serikat masih memiliki persediaan amunisi dalam jumlah besar, para pakar memperingatkan bahwa persoalannya bukan semata-mata apakah persenjataan AS akan segera habis.
Masalah utamanya adalah menurunnya cadangan strategis dan sulitnya mengganti amunisi dengan kecepatan yang sama dengan tingkat penggunaannya.
Dari Washington, koresponden Aljazeera Ahmad al-Ruhaidi, dikutip Senin (10/8/2026) menyoroti salah satu sisi krisis tersebut.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika