Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) menyebut mengajukan proposal judul skripsi hingga tiga kali sebelum akhirnya menempuh sidang akhir pada 23 Oktober 1985.
Ia menyampaikan itu saat hadir sebagai saksi dalam sidang tudingan ijazah palsunya saat menempuh S1 di Fakultas Kehutanan UGM oleh Roy Suryo.
"Yang Mulia, dalam hal skripsi saya ingin menyampaikan bahwa skripsi ini kami buat dengan mengajukan proposal judul sampai tiga kali kepada dosen pembimbing skripsi saya, yaitu Prof. Dr. Ir. Achmad Soemitro," kata Jokowi dalam persidangan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelahnya, Jokowi menyebut skripsinya disetujui dengan judul 'Studi tentang Pola Konsumsi Kayu Lapis pada Pemakaian Akhir di Kotamadya Surakarta'.
Lihat Juga :Jokowi Jelaskan soal Jurusan Teknologi Kayu UGM di Sidang Roy SuryoLalu, pada 23 Oktober 1985 skripsi tersebut diujikan. Bertindak sebagai penguji, yakni Ir. Sofyan Warsito dan Ir. P. Burhanuddin.
"Saya dinyatakan lulus dengan nilai A, dan kemudian setelah sedikit revisi," ucap dia.
Setelah melakukan revisi pasca ujian akhir, Jokowi mencetak skripsi tersebut di Percetakan Perdana.
"Dengan cover dan lembar pengesahan oleh Percetakan Perdana. Kemudian halaman yang lainnya saya lakukan dengan ketik manual," ucapnya.
Pada saat yang sama, Jokowi juga membantah tudingan Roy Suryo Cs yang menyebut pada 1985, belum ada font Times New Roman, sehingga ijazah tersebut diduga palsu.
Jokowi menyebut pada saat itu, banyak skripsi yang dicetak di percetakan yang sama dengan menggunakan font Times New Roman.
"Kalau dikatakan bahwa covernya pakai Times New Roman yang itu belum ada di tahun 1985, nyatanya ribuan skripsi yang dicetak di Percetakan Perdana itu semuanya juga seperti itu dan bisa. Bukan hanya skripsi saya saja, Yang Mulia," ujar dia.
Lihat Juga :Bawa Ijazah, Jokowi Ditemani Kahiyang dan Kaesang ke Sidang Roy Suryo (mnf/yoa/isn) Bagikan: URL berhasil disalin