Nasional

JPO 'Love-Hate' Rasuna Said Dibongkar, Target Rampung Oktober

Pembongkaran jembatan penyeberangan yang viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" di Jalan HR Rasuna Said ditergetkan rampung paling lambat Oktober.

10 Agustus 2026, pukul 03:04 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa JPO 'Love-Hate' Rasuna Said Dibongkar, Target Rampung Oktober CNN Indonesia Senin, 10 Agu 2026 10:04 WIB Bagikan: url telah tercopy Pembongkaran jembatan penyeberangan yang viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" di Jalan HR Rasuna Said ditergetkan rampung paling lambat Oktober. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menargetkan pembongkaran salah satu Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang viral dengan sebutan JPO "Love-Hate Relationship" di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, rampung paling lambat September atau Oktober.

"Pembongkaran rampung paling lambat September atau Oktober 2026. Pelaksanaannya akan diatur agar tidak mengganggu arus lalu lintas di Jalan H.R. Rasuna Said," kata Pramono dalam keterangan tertulis, dikutip Senin (10/8).

Pramono sebelumnya meninjau langsung kedua JPO yang berada berdekatan itu pada Minggu (9/8).
Ia memutuskan mengalihkan akses penyeberangan di Jalan H.R. Rasuna Said dengan membongkar JPO lama dan mengoptimalkan JPO integrasi yang terhubung dengan Stasiun LRT Rasuna Said dan Halte Transjakarta.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dua-duanya ini fungsinya sama persis. Cuma yang satu dibuat oleh Pemerintah DKI Jakarta lebih lama, sementara yang satu lagi dibuat oleh LRT dan KAI lebih baru," kata Pramono.

Lihat Juga :Pramono Putuskan Bongkar JPO 'Love-Hate Relationship' Rasuna Said

JPO integrasi dinilai lebih memenuhi kebutuhan pengguna karena telah dilengkapi lift dan guiding block, sehingga lebih ramah bagi penyandang disabilitas dan lansia. Sementara itu, JPO lama belum memiliki fasilitas aksesibilitas yang memadai.

Pemprov DKI Jakarta juga tidak memilih opsi menyambungkan kedua JPO karena terdapat perbedaan ketinggian lantai sekitar 75 sentimeter yang berpotensi mengurangi kenyamanan dan aksesibilitas pengguna.

"Yang satu akan kita bongkar. Alasannya karena yang satu itu betul-betul tidak ramah terhadap disabilitas. Kalau kita sambungkan, ada beda ketinggian yang cukup tinggi," ujarnya.

Keputusan tersebut diambil setelah mendapatkan penjelasan teknis dan melihat langsung kondisi kedua JPO. Setelah JPO lama dibongkar, akses penyeberangan akan difokuskan melalui JPO integrasi dengan memastikan seluruh fasilitas, termasuk lift, berfungsi optimal.

Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Heru Suwondo, mengatakan pembongkaran akan dilakukan setelah penyelesaian administrasi aset bersama Badan Pengelolaan Aset Daerah dan tahapan pelelangan.

"Kalau pembongkaran, saya lihat tidak begitu lama, mungkin sekitar dua-tiga minggu," kata Heru.

(yoa/gil)

[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait