Nasional

Jumlah Dokter Kurang, Prabowo Buka Sekolah Dokter Hingga Undang Dokter Asing

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia masih kekurangan raturan ribu dokter umum dan spesialis. Hal itu disampaikan langsung dalam pidato Nota Keuangan di Gedung DPR pada Jumat...

14 Agustus 2026, pukul 13:14 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa Indonesia masih kekurangan raturan ribu dokter umum dan spesialis. Hal itu disampaikan langsung dalam pidato Nota Keuangan di Gedung DPR pada Jumat (14/8/2026).

Ia menyebutkan, saat ini Indonesia masih butuh tambahan 84.781 dokter umum, 127.580 dokter gigi, dan 55.712 dokter spesialis. Menurut dia, kebutuhan dokter itu harus segera terpenuhi agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat bisa berjalan maksimal. 

"Untuk memperkuat upaya ini, sebagaimana saya telah melaporkan, kita harus menghadapi dan menyelesaikan masalah kekurangan dokter umum dan dokter spesialis kita," kata Prabowo.

Menurut dia, saat ini pemerintah telah membuka sembilan fakultas kedokteran baru di seluruh Indonesia. Tak hanya itu, pemerintah juga membuka 170 program studi spesialis dan subspesialis, baik yang berbasis perguruan tinggi maupun berbasis rumah sakit.

"Ini kita akan upayakan lebih banyak lagi," ujar Prabowo. 

Ia bahkan mengusulkan agar dokter dari luar negeri bisa praktik di Indonesia dalam jangka waktu yang terbatas. Hal itu dilakukan tidak lain untuk memenuhi kebutuhan dokter di Indonesia. 

"Kami sedang memikirkan kita bisa mengundang dokter-dokter dari negara lain untuk praktik di sini untuk waktu-waktu yang terbatas. Karena kalau kita menunggu lulusnya 187.000 dokter gigi, mungkin kita harus menunggu empat presiden sesudah saya," kata dia.

Menurut Prabowo, pemerintah harus melakukan inovasi untuk bisa memenuhi kebutuhan masyarakat untuk mengakses pelayanan kesehatan. Karena itu, kebijakan yang diambil tidak boleh hanya bersifat normatif. 

Lihat di situs asli

Berita terkait