REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Keberadaan Ahmad Komara alias Komar (26 tahun), pemuda asal Kampung Gerang, RT 05/RW 01, Desa Citapen, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat masih misterius. Dia dilaporkan hilang sejak dua pekan lebih dengan meninggalkan jejak sepeda motor ringsek.
Komar meninggalkkan rumah pada 20 Juni 2026 dan tidak kunjung ditemukkan hingga saat ini. Namun sepeda motornya ditemukan teronggok di tepi jalan, tepatnya di Jembatan BBS, perbatasan antara Batujajar dengan Cihampelas.
Baca Juga- Wagub Jabar Soroti Judi Online di Kalangan ASN, Minta Ombudsman Perkuat Pengawasan
- Budayawan Indramayu: Jika Jabar jadi Tatar Sunda, Kita Terpaksa Pisah
- Eksponen Aktivis Lingkar 98 Jabar Ajak Pelaku Reformasi Introspeksi Sampaikan 8 Sikap Politik
"Belum (ditemukan). Keluarga sambil mencari keberadaan saudara kami dari media sosial atau yang melihat pas hari kejadian di TKP. Kamlmi langsung merespon dan melaporkan kepada pihak berwajib," kata Ramdhan, kerabat korban saat dikonfirmasi, Senin (6/7/2026).
Pihak keluarga juga masih terus menunggu kabar baik dari kepolisian. Saat ini, kepolisian masih terus melakukan penyelidikan berdasarkan rekaman CCTV serta keterangan saksi teman korban.
"Kepolisian masih dalam proses pengembangan apakah ada tindak kejahatan atau tidak, pencarian sedang diupayakan semaksimal mungkin, kami berharap segera ada kabar baik," ujar Ramdhan.
Kepala Seksi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat mengatakan, berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Komar meninggalkan rumah pada 20 Juni untuk bertemu teman-temannya menggunakan sepeda motor. Namun dia tak kunjung pulang ke rumahnya sejak saat itu.
Lalu pada 22 Juni, dua hari berselang pihak keluarga menerima kabar motor Komar ditemukan di Jembatan BBS. Ditemukan juga identitas yang diketahui milik korban hingga akhirnya pihak keluarga melapor ke pihak kepolisian.
"Jadi ada warga yang melapor ke keluarga, menemukan motor Yamaha Vega New R milik korban karena ada gantungan dompet berisi identitas orang yang dicari. Kemudian keluarga melaporkan hal tersebut ke polisi," ungkap Gofur.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika