Nasional

KADIN Sebut Tanjungpinang Punya Lahan Luas, Potensial Tarik Investasi Kawasan Industri

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG, – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menilai Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memiliki potensi besar untuk menarik investasi. Hal ini didukung oleh ketersediaan lahan yang sangat...

28 Juni 2026, pukul 19:48 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNGPINANG, – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) menilai Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), memiliki potensi besar untuk menarik investasi. Hal ini didukung oleh ketersediaan lahan yang sangat luas untuk dikembangkan menjadi kawasan industri.

"Lahan di Tanjungpinang masih banyak dan dapat menjadi hak milik, sehingga potensial menarik investasi dari dalam maupun luar negeri," kata Ketua KADIN Tanjungpinang, Ade Angga, di Tanjungpinang, Minggu.

Ade Angga yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang itu menyampaikan, saat ini DPRD bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungpinang tengah menggodok Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Industri. Perda ini akan segera disahkan guna memudahkan masuknya investor ke kota yang dijuluki kota Gurindam tersebut.

Rincian Lahan dan Peruntukannya

Dalam rancangan Perda itu, terdapat sekitar 1.147 hektar lahan kosong yang bisa dikembangkan untuk kawasan industri. Lahan tersebut tersebar di tiga kecamatan di Tanjungpinang.

Sebagian besar lahan berada di wilayah Pulau Dompak, Kecamatan Bukit Bestari, dengan luas mencapai 769,30 hektare. Area ini diperuntukkan bagi kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas, galangan dan perbaikan kapal, kawasan industri halal, logistik, manufaktur, cold storage, pengolahan makanan, teknologi tinggi, serta bioteknologi.

Sementara itu, sebagian kecil lahan lainnya berada di Kecamatan Tanjungpinang Kota seluas 16,39 hektare, dan Kecamatan Tanjungpinang Timur seluas 361,30 hektare. Lahan di dua kecamatan ini diperuntukkan bagi industri eco industrial, pelabuhan, hingga metro industrial park.

"Perda ini tidak hanya memetakan wilayah kawasan industri, namun juga untuk mengetahui ketersediaan lahan untuk investasi," ucap Ade.

Kolaborasi dan Peluang dari Singapura

Ade menegaskan, KADIN siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam meningkatkan investasi. Langkah ini dinilai krusial karena ekonomi Tanjungpinang sebagai pusat ibu kota Provinsi Kepri cenderung melandai dari waktu ke waktu.

Menurutnya, harus ada terobosan baru untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi Tanjungpinang. Salah satunya dengan pembangunan kawasan industri, seperti yang telah berkembang di Batam dan Bintan. "Namun, semakin hari lahan komersil di Batam terus berkurang, sehingga investor berpotensi masuk ke Tanjungpinang," ujarnya.

Lebih lanjut, Ade Angga mengungkapkan bahwa KADIN Tanjungpinang telah bertemu dengan Konsulat Singapura untuk difasilitasi berkomunikasi dengan jaringan usaha di negara tersebut. Ia menjamin sudah ada beberapa investor dari negara tetangga itu yang berniat berinvestasi di Tanjungpinang, salah satunya berkaitan dengan industri halal.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait