REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Iran melancarkan serangan kejutan ke pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di Yordania pada Rabu (29/7/2026) bersamaan dengan pertemuan antara Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih. Menurut laporan Al Jazeera, serangan ini sebagai serangan preempetif bukan serangan balasan Iran.
Jika laporan Al Jazeera benar, maka ini jadi yang pertama dilakukan Iran karena biasanya Teheran hanya selalu melancarkan serangan balasan setelah AS menggelar operasi militer. Pada 24 Juli lalu, Donald Trump menyetop serangan AS terhadap Iran yang telah berlangsung selama dua pekan nontstop.
Baca Juga- Perdana Sejak Perang Pecah, Iran Segera Terima 400 Sistem Peluncur Rudal dari China
- Pejabat Senior Israel dan UEA Gelar Pertemuan Rahasia Soal Iran
- Terungkap Pola Israel Halangi Perdamaian AS-Iran, Sama Persis Perang Irak Iran dan Perjanjian Nuklir
Lewat keterangan resmi Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dikutip IRIB, angkatan udara mereka menargetkan pangkalan udara AS dan Pusat Komando AS (CENTCOM) di Yordania pada Rabu dini hari "dengan beberapa rudal balistik".
"Selama ancaman terhadap Republik Islam Iran berlanjut dan aksi ilegal dan jahat oleh pasukan Amerika terhadap kepentingan kami berlanjut, perlawanan pun akan terus berlanjut," demikian keterangan resmi IRGC.
Lewat pernyataannya via X, CENTCOM mengonfirmasi bahwa IRGC mengirim beberapa rudal balistik dalam sebuah "upaya serangan kejutan terhadap pangkalan AS di Timur Tengah".
CENTCOM mengeklaim bahwa semua rudal berhasil diintersep, dan "Pasukan AS tetap waspada dan dalam kesiapan tingkat tinggi". Menurut Kantor Berita Jordan, lima intersepsi rudal terjadi di langit Yordania.
Lihat postingan ini di Instagram
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika sumber : Antara, Anadolu