REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Membaca surat Al-Kahfi pada Jumat merupakan salah satu sunnah Nabi Muhammad SAW yang sangat dianjurkan.
Lantas kapan waktu memulai dan berakhirnya membaca surat urutan ke-18 dalam Mushaf Usmani tersebut?
Baca Juga- Sapi Merah dalam Kepercayaan Yahudi Telah Lahir, Ritual Penghancuran Al Aqsa Semakin Dekat?
- Rakyat Israel Marah Desak Netanyahu Mundur Akibat Gagal Perangi Iran, Hamas, dan Hizbullah
- Apa yang Disembunyikan Trump? Kesepakatan dengan Iran Picu Badai Pertanyaan di AS
Surat Al-Kahfi dapat dibaca pada malam Jumat maupun pada siang hari Jumat. Malam Jumat dimulai sejak terbenam matahari pada Kamis, sedangkan hari Jumat berakhir saat matahari terbenam.
Dengan demikian, waktu membaca Surat Al-Kahfi dimulai sejak terbenam matahari pada Kamis hingga terbenam matahari pada Jumat.
Dalam kitabnya Faidh Al-Qadir (6/199), Imam al-Munawi menjelaskan sebagai berikut:
قال الحافظ ابن حجر في " أماليه ": كذا وقع في روايات " يوم الجمعة " وفي روايات " ليلة الجمعة "، ويجمع بأن المراد اليوم بليلته والليلة بيومها.
Al-Hafizh Ibnu Hajar dalam Al-Amali menyatakan bahwa dalam sebagian riwayat disebutkan "hari Jumat", sedangkan dalam riwayat lain disebutkan "malam Jumat". Kedua riwayat tersebut dapat dipadukan dengan memahami bahwa yang dimaksud hari Jumat mencakup malamnya, dan yang dimaksud malam Jumat mencakup siangnya.”
Masih dalam karyanya yang sama (6/198), Al-Manawi juga menjelaskan sebagai berikut:
فيندب قراءتها يوم الجمعة وكذا ليلتها كما نص عليه الشافعي رضي اللّه عنه
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika