JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di Provinsi Papua Selatan. Berdasarkan data per Kamis (29/10/2026), total terdapat 502 hektare lahan yang masih terbakar di Papua Selatan, yang mayoritas terjadi di Kabupaten Merauke.
Bupati Merauke, Yoseph Bladib Gebze, menjelaskan karhutla di wilayahnya tidak semata dipicu oleh faktor alam. Menurut dia, terdapat indikasi kuat karhutla itu disebabkan praktik pembukaan lahan pertanian maupun area berburu dengan cara dibakar masih ditemukan di masyarakat.
“Selain cuaca, beberapa faktor karhutla di Merauke memang ada indikasi disengaja karena pembukaan lahan,” kata Yoseph melalui keterangannya, Sabtu (31/10/2026).
Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi menyatakan, penanganan karhutla tidak boleh hanya mengandalkan pemadaman setelah kebakaran terjadi. Pengawasan terhadap aktivitas pembukaan lahan dan pencegahan pembakaran harus diperkuat agar tidak muncul sumber api baru.
Karena itu, ia meminta aparat penegak hukum dan aparatur kewilayahan meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat, sekaligus menelusuri faktor penyebab kebakaran. Hal itu diperlukan untuk memastikan apakah kebakaran dipicu faktor alam, kelalaian, atau aktivitas pembakaran yang disengaja untuk membuka lahan.
“Perlu ada edukasi dan teguran kepada pihak-pihak yang masih melakukan pembakaran untuk membuka lahan. Mungkin awalnya hanya untuk membuka perkebunan dalam skala kecil, tetapi ketika angin bertiup kencang, api dapat meluas dan menjadi tidak terkendali. Apalagi dalam kondisi kering seperti sekarang, kebakaran bisa merambat ke mana-mana,” kata dia.
Kristomei juga meminta pemerintah daerah melibatkan tokoh masyarakat, lingkungan sekolah, dan gereja untuk memperluas edukasi mengenai bahaya pembakaran lahan. Upaya tersebut dinilai penting mengingat dampak karhutla tidak hanya mengancam lingkungan, tetapi juga kesehatan masyarakat.
Selain memperkuat pencegahan, BNPB juga meminta optimalisasi dukungan personel, peralatan, dan fasilitas pemadaman dari seluruh unsur yang terlibat. BNPB turut menyalurkan bantuan logistik dan peralatan pemadaman senilai Rp 177 juta kepada Pemerintah Kabupaten Merauke.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika