REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Indonesia. Berdasarkan data per Selasa (20/10/2026), masih ada sekitar 1.500 hektare lahan yang masih menyala karena api.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, mengatakan penanganan karhutla saat ini masih difokuskan di enam provinsi prioritas. Enam provinsi itu adalah Kalimantan Tengah, Sumatra Selatan, Jambi, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, dan Riau.
"Hari ini kita lihat bahwa ada target penanganan bencana sebesar 983 hektare lebih, yang berhasil dipadamkan sebesar 502 hektare lebih, dan yang belum dipadamkan ada 481 hektare," kata dia saat konferensi pers secara daring, Rabu (21/10/2026).
Ia menyebutkan, api yang belum berhasil dipadamkan paling banyak berada di Kalimantan Tengah, yaitu sekitar 321 hektare. Sementara itu, di Sumatra Selatan terdapat 84 hektare lahan yang masih kebakaran, Jambi 70 hektare, Kalimantan Selatan 3,72 hektare, dan Kalimantan Barat 2,19 hektare.
Selain di enam provinsi prioritas tersebut, karhutla juga melanda sejumlah wilayah lainnya. Salah satu wilayah yang terdampak karhutla adalah Kalimantan Timur, termasuk kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), dengan luas area yang masih terbakar sekitar 30,58 hektare.
Sementara itu, karhutla juga terjadi di Taman Nasional Way Kambas (Lampung) dengan luas area 34 hektare, Kabupaten Karanganyar (Jawa Tengah) 490 hektare, kawasan Gunung Sumbing (Jawa Tengah) 140 hektare, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (Jawa Timur) 75,37 hektare, Kabupaten Minahasa Utara (Sulawesi Utara) 5 hektare, Kabupaten Tojo Una-Una (Sulawesi Tengah) 10 hektare, Kabupaten Sigi (Sulawesi Tengah) 60 hektare, Kabupaten Mamuju (Sulawesi Barat) 20 hektare, dan Maluku Utara 179,13 hektare.
Sejumlah pengendara melintas di atas jembatan Musi IV Palembang yang tertutup kabut asap di Palembang, Sumatera Selatan, Ahad (4/10/2026). - (ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
"Saat ini kami mencatat ada 1.044 hektare lebih yang tersebar dari Kalimantan Timur sampai Maluku Utara di mana jumlah kebakaran ini kita sudah padamkan berhasil sebesar 44 hektare, sehingga diperkirakan luas lahan yang belum terpadamkan di luar 6 provinsi ini sebesar 1.000 hektare," kata Berton.
Ia menyatakan, penanganan karhutla di berbagai wilayah itu dilakukan dengan operasi satgas darat dan yang kedua oleh satgas udara. Saat ini, setidaknya terdapat 71.878 personel yang disebarkan di berbagai di enam provinsi prioritas.
Sedangkan untuk helikopter water bombing ataupun patroli dari satgas udara, pihaknya mengerahkan 51 unit. "Tentu alutsista ini untuk digunakan sebagai armada untuk water bombing, patroli, maupun untuk OMC atau operasi modifikasi cuaca," kata dia.
Ikuti Whatsapp Channel Republika