Nasional

KBI Tingkatkan Literasi Perdagangan Berjangka di Era Digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Literasi perdagangan berjangka komoditi (PBK) terus dikembangkan agar masyarakat semakin memahami mekanisme transaksi, peluang, dan risiko yang menyertainya. PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI turut memperluas...

16 Oktober 2026, pukul 06:38 WIB · dibaca 1 kali

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Literasi perdagangan berjangka komoditi (PBK) terus dikembangkan agar masyarakat semakin memahami mekanisme transaksi, peluang, dan risiko yang menyertainya. PT Kliring Berjangka Indonesia (Persero) atau KBI turut memperluas edukasi tersebut seiring pertumbuhan volume transaksi yang dikliringkan sebesar 109,4 persen secara tahunan hingga September 2026.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama KBI Adiyasa Suhadibroto mengatakan, peningkatan pemahaman masyarakat diperlukan untuk mendukung perkembangan industri perdagangan berjangka. Menurut dia, pertumbuhan aktivitas transaksi perlu diikuti kemampuan pelaku pasar dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang memadai.

Baca Juga

“Sejalan dengan semangat Bulan Literasi PBK 2026, kami meyakini bahwa industri yang kuat tidak hanya ditopang oleh kinerja yang baik, tetapi juga oleh pemahaman masyarakat yang memadai mengenai mekanisme perdagangan dan risiko yang menyertainya,” ujar Adiyasa dalam keterangan tertulis, Jumat (16/10/2026).

KBI memandang edukasi sebagai salah satu kebutuhan dalam perkembangan industri perdagangan berjangka. Melalui peningkatan literasi, masyarakat diharapkan dapat memahami karakteristik produk, cara kerja transaksi, serta faktor risiko sebelum berpartisipasi di pasar.

Upaya tersebut sejalan dengan penyelenggaraan Bulan Literasi Perdagangan Berjangka Komoditi 2026 yang mengusung tema Smart Traders, Wise Choices: Navigating Commodity Futures in the Digital Era. Kegiatan ini mengajak masyarakat mengenali peluang perdagangan berjangka sekaligus memahami risiko dan mekanisme transaksi di era digital.

Sebagai lembaga kliring berjangka, KBI menjalankan fungsi kliring dan penjaminan transaksi. Perusahaan berperan dalam mendukung penyelesaian transaksi melalui mekanisme kliring yang sesuai dengan ketentuan industri.

Hingga September 2026, volume transaksi PBK yang dikliringkan KBI meningkat 109,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan peningkatan aktivitas perdagangan yang ditangani perusahaan sepanjang tahun ini.

KBI juga berencana melanjutkan kerja sama dengan regulator, organisasi pengatur mandiri atau self-regulatory organization (SRO), serta pelaku industri untuk memperluas jangkauan edukasi. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap informasi mengenai perdagangan berjangka komoditi.

Selain mencatat pertumbuhan transaksi, KBI meraih tiga penghargaan dalam ajang The Asian Post Best State-owned Enterprise 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja perusahaan selama lima tahun berturut-turut, efisiensi perusahaan, serta kinerja keuangan 2025.

Ketiga penghargaan tersebut meliputi The Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary for 5 Consecutive Years: 2022–2026, The Most Efficient Company Subsidiary of State-Owned Company, dan The Excellent Performance State-Owned Enterprise Subsidiary 2026 berdasarkan kinerja keuangan 2025.

Adiyasa mengatakan, penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi KBI untuk mempertahankan kinerja dan meningkatkan efisiensi. Perusahaan juga akan melanjutkan kegiatan literasi bersama para pemangku kepentingan untuk mendukung perkembangan perdagangan berjangka komoditi nasional.

Lihat di situs asli

Berita terkait