Nasional

Kebakaran Melanda 30 Hektar Area Gunung Rinjani

Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (7/8).

8 Agustus 2026, pukul 04:06 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Gunung Rinjani Kembali Dilalap Api CNN Indonesia Sabtu, 08 Agu 2026 11:06 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (7/8). (AFP/YASIN AKGUL) Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (7/8).

Kepala Subbagian Tata Usaha TNGR, Astekita Ardiaristo mengatakan, kebakaran terjadi sejak Jumat sore di area perbatasan antara kawasan TNGR dengan lahan milik warga.

Lihat Juga :Kebakaran Bromo Diduga Berawal dari Perapian Pelintas Jalur

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran ini dilaporkan oleh masyarakat setempat. Sekitar 30 hektare kawasan TNGR dilalap api.

"Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 16.48 WITA. Ada titik hotspot di batas kawasan, antara kawasan inti dan kebun masyarakat di wilayah Maletan, ke arah Bukit Tiga," kata Astekita, Sabtu (8/8), seperti dikutip detik.

Tim gabungan telah dikerahkan dan ditemukan tiga titik api yang masih aktif. Pemadaman pun dilakukan dengan pompa air, racun api, serta parang.

Menurut Astetika, api akhirnya padam pada Sabtu sekitar pukul 01.30 dini hari. Pemadaman sempat terkendala semak-semak belukar yang menyebabkan api cepat menyebar.

Lihat Juga :Karhutla di Alun-alun Suryakancana Gunung Gede Pangrango

Tim pemadam memastikan saat ini tak ada titik api aktif di area tersebut.

"Sebelum kembali, tim di lapangan sudah memastikan semua titik api sudah tidak ada. Pagi ini, tim akan ke lokasi untuk mopping up untuk memastikan api sudah betul-betul padam," ujarnya.

Astetika mengatakan sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan penyebab kebakaran.

"Untuk penyebabnya kami belum bisa memastikan, apakah karena aktivitas manusia atau faktor alam," kata Astetika.

[Gambas:Youtube]

(blq/asr)

[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait