Nasional

Kebakaran TPA Jatiwaringin, Api Makin Besar hingga Rabu Malam

Kebakaran di TPA Jatiwaringin, Tangerang, belum padam. Angin kencang memperburuk situasi, memaksa warga mengungsi dan petugas berjuang memadamkan api.

2 Juli 2026, pukul 00:14 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Kebakaran TPA Jatiwaringin, Api Makin Besar hingga Rabu Malam CNN Indonesia Kamis, 02 Jul 2026 07:14 WIB Bagikan: url telah tercopy Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (1/7) malam. (Foto: CNN Indonesia/Dodi) Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran yang melanda Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, belum berhasil dipadamkan hingga Rabu (1/7) malam. Kencangnya tiupan angin membuat kobaran api terus membesar dan merambat ke area tumpukan sampah lainnya.

Pantauan CNN Indonesia di lokasi, api masih membakar gunungan sampah hingga pukul 10 malam hari. Asap tebal terus membumbung, sementara petugas gabungan dari Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, dan Provinsi Banten masih berupaya menjinakkan kobaran api.

Lihat Juga :Bandara Soetta Sebut Kebakaran TPA Jatiwaringin Tak Ganggu Penerbangan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi di lokasi semakin menyulitkan proses pemadaman karena angin yang bertiup kencang membuat api terus meluas. Petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah api merembet ke area lain, termasuk permukiman warga di sekitar TPA.

Asap pekat akibat kebakaran juga berdampak pada para jurnalis yang meliput sejak Rabu pagi. Salah seorang pewarta di Kabupaten Tangerang, Zepri Junaedi, mengaku mengalami sesak napas, cepat lelah, dan pusing akibat paparan asap serta minimnya oksigen di lokasi.

"Cepat lelah dan bikin kepala pusing karena asap yang ditimbulkan akibat tak kunjung padamnya api di sejumlah titik," ujarnya.

Selain itu, sejumlah warga terpaksa meninggalkan rumah mereka dan mengungsi karena asap mengepung kawasan permukiman. Salah seorang warga terdampak, Siti Hayati, mengaku mengalami pusing, sesak napas, hingga sakit tenggorokan sejak asap kebakaran menyelimuti lingkungan tempat tinggalnya.

"Saya pusing, dada sesak, tenggorokan berdahak, sampai sulit tidur karena sesak. Kalau asap datang ke sini rasanya makin berat," katanya.

Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), luas area TPA Jatiwaringin yang terbakar telah mencapai sekitar 15 hektare.

Untuk mempercepat penanganan, BNPB telah mengerahkan satu unit helikopter water bombing guna membantu pemadaman dari udara dan mencegah api merambat ke permukiman warga.

BNPB juga berencana melakukan operasi modifikasi cuaca dengan berkoordinasi bersama BMKG guna mempercepat proses pemadaman. Selain itu, dua unit helikopter water bombing dijadwalkan diterjunkan pada Kamis (2/7) pagi untuk memperkuat upaya pemadaman kebakaran di TPA Jatiwaringin.

Lihat Juga :Water Bombing Belum Berdampak, Api di TPA Jatiwaringin Masih Berkobar

(dod/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait