Nasional

Kekeringan di Desa Cirarab Tangerang, Warga Krisis Air Bersih

Warga Desa Cirarab, Tangerang, kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Sumber-sumber air mengering dan tercemar limbah.

8 Juli 2026, pukul 10:23 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Peristiwa Kekeringan di Desa Cirarab Tangerang, Warga Krisis Air Bersih CNN Indonesia Rabu, 08 Jul 2026 17:23 WIB Bagikan: url telah tercopy Ilustrasi. Warga Desa Cirarab, Tangerang, kesulitan air bersih akibat kemarau panjang. Sumber-sumber air mengering dan tercemar limbah. (CNN Indonesia/Ramadhan Nur Fadillah) Jakarta, CNN Indonesia --

Warga Desa Cirarab, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Banten, mengalami kesulitan mendapatkan air bersih dalam sebulan terakhir.

Kemarau panjang membuat sumur warga mengering, sementara aliran Kali Cimanceri yang selama ini dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari tidak lagi layak digunakan karena diduga tercemar limbah.

Lihat Juga :Daftar Daerah Berpotensi Terdampak El Nino, Hujan Makin Jarang

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sejumlah sumur milik warga dilaporkan tidak lagi mengeluarkan air akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut. Kondisi itu memaksa warga mengandalkan bantuan air bersih yang disalurkan menggunakan mobil tangki oleh Relawan Pemuda Legok.

Air bersih dari mobil tangki kemudian didistribusikan ke rumah-rumah warga melalui tempat penampungan yang telah disiapkan.

Warga mengaku sudah sekitar satu bulan mengalami kesulitan memperoleh air bersih. Selama ini, mereka memanfaatkan air Kali Cimanceri untuk mandi dan mencuci, namun kini air sungai tersebut berwarna keruh, berbau, dan diduga tercemar limbah sehingga tidak lagi dapat digunakan.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sebagian warga terpaksa membeli air galon. Namun, tingginya biaya membuat banyak warga keberatan karena tidak sebanding dengan kondisi ekonomi mereka.

Salah seorang warga, Nining, mengatakan bantuan air bersih sangat dibutuhkan karena masyarakat sudah tidak memiliki sumber air yang layak digunakan.

"Sudah sebulan pak, biasanya di kali, cuma gitu kalinya udah sedikit airnya dan rada bau, kalau minum ya beli air galon," ujar Nining, Rabu (8/7).

Senada dengan itu, warga lain, Yadi, mengaku bantuan air bersih dari relawan sangat membantu di tengah krisis air yang telah berlangsung selama sebulan terakhir.

"Dari kali atau kadang ke rumah yang sudah kena gusur masih ada sumber air, kalau buat minum ya beli air galon. Belum ada bantuan dari pemerintah baru tadi dari relawan, saya senang sekali," ungkap Yadi.

Warga berharap pemerintah daerah segera menyalurkan bantuan air bersih secara rutin serta mengambil langkah penanganan terhadap kondisi Kali Cimanceri agar kembali dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Lihat Juga :Cerita Warga Tasikmalaya Bertahan Hidup dari Air Masjid Saat Kemarau

(dod/wis) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait