Nasional

Kemenag Manggarai Barat Data Rumah Ibadah dan Madrasah yang Rusak Akibat Gempa NTT

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendata kerusakan rumah ibadah dan madrasah pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat...

19 Agustus 2026, pukul 08:03 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG — Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Manggarai Barat (Mabar) mendata kerusakan rumah ibadah dan madrasah pascagempa di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), untuk memastikan keselamatan warga serta mempercepat pelaporan dan penanganan kerusakan.

“Kami terus melakukan pendataan dan verifikasi lapangan. Prioritas kami adalah memastikan keselamatan umat, murid, guru, dan ASN, sekaligus menghimpun data kerusakan rumah ibadah serta madrasah secara akurat untuk dilaporkan secara berjenjang,” kata Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus Xaverius Adi dalam keterangannya diterima di Kupang, Selasa(18/8/2026).

Baca Juga

Ia meninjau langsung Pura Agung Giri Segara Labuan Bajo, MTsN 2 Manggarai Barat, Masjid Darul Ilmi, serta rumah ASN Kemenag yang terdampak untuk memastikan kondisi lapangan dan mempercepat pelaporan berjenjang ke Kanwil Kemenag NTT serta Kementerian Agama.

Berdasarkan laporan sementara Kemenag Manggarai Barat, sejumlah rumah ibadah mengalami kerusakan dengan tingkat yang berbeda. Lokasi terdampak antara lain Pura Agung Giri Segara Labuan Bajo, sejumlah gereja dan stasi di wilayah Ndoso, Kuwus, Sanonggoang, Mbeliling, Komodo, dan Boleng.

View this post on Instagram

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Selain itu, beberapa masjid seperti Masjid Darul Ilmi MTsN 2 Mabar, Masjid Uswatun Karimah Warsawe, Masjid Al Huda Rangko, Masjid Ibnu Samir Daleng, Masjid Al Muttakin Tureng, Masjid Al-Munawwarah Terang, Masjid Baiturrahman, dan Masjid Nurul Amin Translok.

Kerusakan juga dilaporkan terjadi pada fasilitas pendidikan madrasah. Di MTsN 2 Manggarai Barat, beberapa bagian bangunan mengalami kerusakan, antara lain plafon teras ruang kelas lantai dua gedung SBSN, satu ruang kelas SBSN, ruang guru, ruang kelas, ruang UKS, serta peralatan jaringan dan kelistrikan. Untuk menjaga keselamatan murid dan guru, aktivitas belajar mengajar sementara dialihkan ke ruang kelas lain yang lebih aman.

Selain MTsN 2 Manggarai Barat, MIN 1 Manggarai Barat dilaporkan mengalami kerusakan pada bagian plafon.

Warga berjalan di dekat rumah yang rusak akibat gempa bumi di kawasan Dampek, Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (18/8/2026). Manggarai Timur menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak gempa bumi bermagnitudo 7,7 yang terjadi pada 15 Agustus 2026, dengan sekitar 7.480 rumah dan lebih dari 40 tempat ibadah tercatat mengalami kerusakan. - (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)

 

Loading... sumber : Antara
Lihat di situs asli

Berita terkait