REPUBLIKA.CO.ID, MANAMA -- Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Bahrain mengecam keras serangan pesawat nirawak (drone) Iran ke wilayah kerajaan itu pada Sabtu (27/6/2026) dini hari waktu setempat. Serangan Iran dilaporkan sebagai bentuk balasan.
"Kementerian Luar Negeri menyampaikan kecaman keras Bahrain atas serangan ke wilayahnya pada Sabtu, 27 Juni, dini hari dengan menggunakan beberapa pesawat nirawak Iran," kata kementerian itu dalam pernyataannya seperti dikutip kantor berita resmi BNA.
Baca Juga- Harga Minyak Dunia Turun ke Level Sebelum Konflik Iran, Pasokan Timur Tengah Pulih
- Menlu Italia Bantah Sekjen NATO Soal Ikut Serang Iran
- Garda Revolusi Iran Serang Kapal Berbendera Singapura di Selat Hormuz
Kemenlu Bahrain menyatakan, Iran bertanggung jawab atas "pelemahan terhadap inisiatif perdamaian" melalui serangan tersebut. Komando Pusat AS (Centcom) pada Jumat (26/6/2026), mengonfirmasi serangan terhadap Iran sebagai tanggapan atas dugaan serangan terhadap sebuah kapal dagang di Selat Hormuz sehari sebelumnya.
Setelah itu, militer Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah fasilitas militer AS di Timur Tengah. Pada 28 Februari 2026, Amerika Serikat (AS) dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah sasaran di Iran yang menimbulkan kerusakan dan menewaskan warga sipil. Serangan paling parah terjadi di Teheran.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika