Nasional

Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Momentum Evaluasi Gaya Hidup Kelas Menengah

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur, Khairil Anwar, menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi momentum penting bagi masyarakat kelas menengah untuk...

12 Juni 2026, pukul 19:30 WIB · dibaca 0 kali

REPUBLIKA.CO.ID, SAMARINDA, – Pengamat Ekonomi Universitas Mulawarman (Unmul) Kalimantan Timur, Khairil Anwar, menilai kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax menjadi momentum penting bagi masyarakat kelas menengah untuk mengevaluasi gaya hidup mereka. Ia menekankan perlunya adaptasi di tengah situasi ekonomi saat ini.

"Masyarakat kelas menengah ke atas yang merupakan konsumen utama Pertamax sudah saatnya mengurangi pengeluaran konsumtif yang bersifat sekadar gaya hidup," kata Khairil Anwar di Samarinda, Jumat.

Khairil menjelaskan bahwa pemerintah tidak memiliki banyak pilihan dalam menerapkan kebijakan ini. Hal tersebut disebabkan oleh keterbatasan ruang fiskal serta posisi Indonesia yang bukan lagi merupakan negara eksportir minyak.

Meskipun kenaikan harga Pertamax (RON 92) terjadi secara signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter, Khairil mengamati bahwa masyarakat serta pelaku dunia usaha dinilai jauh lebih siap menghadapi tekanan ekonomi. Kesiapan ini muncul karena publik telah belajar dari rentetan krisis masa lalu, seperti pada tahun 2008, 2015, hingga masa pandemi COVID-19, di mana para pengusaha kini sudah memahami cara melindungi nilai perusahaan mereka.

"Konsumen kelas menengah juga mestinya telah mengantisipasi kondisi ini sejak beberapa bulan sebelumnya melalui peralihan ke mobil yang lebih irit serta penerapan gaya hidup hemat atau frugal living," ujar Khairil.

Khairil menjelaskan bahwa dampak kenaikan harga Pertamax ini lebih menyasar mobilitas pribadi. Hal ini berbeda dengan kenaikan harga solar yang dapat memicu lonjakan harga barang akibat pengaruhnya pada sektor logistik nasional.

Sebagai solusi, ia merekomendasikan agar pemerintah segera menyalurkan bantalan sosial guna menjaga daya beli masyarakat. Selain itu, langkah yang tak kalah penting adalah menggencarkan edukasi teknis bersama bengkel kompeten mengenai cara mereduksi biaya operasional kendaraan.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara
Lihat di situs asli

Berita terkait