REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perempuan yang memasuki masa menopause kini mulai mendapat dukungan melalui penandaan khusus pada produk yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan selama fase tersebut. Salah satunya melalui MTick, simbol dan sertifikasi yang membantu konsumen mengenali produk yang ramah menopause.
MTick merupakan inisiatif yang digagas GenM, dikutip dari siaran pers, Kamis (13/8/2026), organisasi yang berfokus pada isu menopause, untuk memberikan penanda pada produk yang dinilai relevan dengan kebutuhan perempuan selama menopause. Penandaan tersebut dapat membantu perempuan menemukan produk yang sesuai tanpa harus menelusuri satu per satu klaim atau kandungan produk.
Baca Juga- Ulama Perempuan di Medan Perang, Kisah Teungku Fakinah Melawan Penjajah
- Soal Jodoh, Perempuan Berhak atas Dirinya
- Mengenal Voyeuristik di Balik Aksi Intip Area Intim Perempuan
Kebutuhan terhadap informasi dan produk yang lebih mudah dikenali menjadi penting karena menopause merupakan fase alami dalam kehidupan perempuan yang dapat disertai berbagai perubahan akibat fluktuasi hormon. Gejala yang umum dialami antara lain menstruasi tidak teratur, sensasi panas atau hot flashes, gangguan tidur, hingga perubahan suasana hati.
Gejala tersebut pada sebagian perempuan dapat memengaruhi aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup. Namun, kebutuhan perempuan menopause belum selalu diikuti dengan ketersediaan informasi maupun produk yang mudah dikenali.
Riset GenM mencatat sekitar satu miliar perempuan di dunia saat ini sedang mengalami menopause. Dari jumlah tersebut, 87 persen responden merasa belum mendapatkan perhatian yang memadai dari merek maupun peritel.
Riset yang sama menunjukkan 94 persen perempuan menginginkan adanya penandaan produk yang ramah menopause. Namun, 66 persen di antaranya masih mengalami kesulitan menemukan produk tersebut.
Di Indonesia, isu menopause juga semakin relevan seiring meningkatnya harapan hidup perempuan. Data Kementerian Kesehatan RI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) menunjukkan jumlah perempuan berusia 45 tahun ke atas terus meningkat.
Dengan meningkatnya jumlah perempuan yang menjalani masa menopause dan pascamenopause, kebutuhan terhadap edukasi serta akses informasi yang akurat mengenai fase tersebut juga menjadi semakin penting.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika