Nasional

Kepala Bakom Qodari Buka Suara soal Komisaris BUMN

Kepala Bakom RI, Muhammad Qodari, menekankan pentingnya komisaris BUMN dari latar belakang berbeda membawa perspektif baru dan mendukung agenda pemerintah.

4 Juli 2026, pukul 05:46 WIB · dibaca 0 kali

Nasional Politik Kepala Bakom Qodari Buka Suara soal Komisaris BUMN CNN Indonesia Sabtu, 04 Jul 2026 12:46 WIB Bagikan: url telah tercopy Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemilihan komisaris badan usaha milik negara (BUMN) dengan latar belakang berbeda membawa perspektif baru (ANTARA FOTO/BAYU PRATAMA S) Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI Muhammad Qodari mengatakan pemilihan komisaris badan usaha milik negara (BUMN) dengan latar belakang berbeda membawa perspektif baru dalam upaya mengawal agenda pemerintah.

Ditemui usai membuka Nusantara Media Fest 2026 di Jakarta, Sabtu, Qodari menyampaikan bahwa dalam pengalamannya pernah menjadi komisaris salah satu BUMN, peran komisaris menjadi penting untuk memberikan arahan sekaligus mengawal agenda pemerintah.

"Dan kalau bicara pengalaman saya di Pertamina Hulu Energi, kita bisa membantu juga untuk melihat alternatif-alternatif solusi. Karena kita datang dari latar belakang yang berbeda, kita datang dari luar, sebetulnya ada perspektif yang baru yang bisa dibawa ke dalam perusahaan di mana kita menjadi komisaris," kata Qodari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pernyataan itu merespons soal isu pengangkatan komisaris di sejumlah perusahaan BUMN yang menjadi pembicaraan masyarakat, termasuk pemilihan asisten pribadi Raffi Ahmad, Mufi Budi Ananda, sebagai komisaris PT Krakatau Posco serta Gina Febriyanti Ginting, relawan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka pada Pemilihan Presiden 2024, sebagai komisaris PT Pertamina Retail.

Lihat Juga :Soroti Pemborosan, Prabowo Targetkan BUMN Sisa 250 Tahun Ini

Qodari mengatakan bahwa pemilihan komisaris untuk suatu perusahaan adalah hal normal yang biasa dilakukan, tidak hanya di perusahaan di bawah BUMN, tetapi juga di korporasi swasta.

Keberadaannya memberi manfaat pada suatu BUMN dalam menjalankan pengawasan dan memberikan ide serta gagasan.

"Kalau hemat saya, kalau namanya komisaris itu sebetulnya modal dasarnya dua. Pertama, akal sehat, yang kedua, niat baik," tuturnya.

Dia menambahkan bahwa pihak yang ditempatkan sebagai komisaris biasanya sudah memiliki pengalaman baik organisasi, pemerintah bahwa maupun swasta yang kemudian memberikan perspektif baru dalam tugasnya sebagai pengawasan suatu perusahaan BUMN.

Sebelumnya, Ketua DPR Puan Maharani juga menyatakan bahwa DPR terus mendorong pengangkatan komisaris BUMN diisi dengan orang-orang yang profesional dan kompeten dalam pernyataan di kompleks parlemen, Senayan, Kamis (2/7).

Posisi komisaris BUMN saat ini banyak diisi wakil menteri Kabinet Prabowo Subianto-Gibran, pejabat ASN, politisi, relawan, hingga orang-orang dekat dari para elite partai.

Lihat Juga :Menko AHY: Pembangunan Sekolah Rakyat Habiskan Anggaran Rp 1,25T

(antara/fra) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]
Bagikan: url telah tercopy
Lihat di situs asli

Berita terkait