REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meresmikan sistem pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirsentuh (EMV Contactless) pada layanan MRT Jakarta, Rabu (29/7/2026). Sistem tersebut memungkinkan pengguna melakukan tap in dan tap out menggunakan kartu kredit tanpa perlu mengisi saldo.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan inovasi tersebut akan semakin memperkuat layanan transportasi publik di Jakarta. Masyarakat maupun wisatawan yang memiliki kartu kredit berlogo Visa dan Mastercard dapat menggunakan layanan MRT tanpa harus memakai kartu uang elektronik. Pramono menegaskan inovasi tersebut merupakan yang pertama di Indonesia.
Baca Juga- Melihat Progres Terowongan di Bundaran HI yang Tersambung ke Stasiun MRT
- Naik MRT Kini Bisa Tap Pakai Kartu Kredit, Pramono: Pertama di Indonesia
- Pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase 2A Capai 61,8 Persen
"Hari ini secara resmi sistem pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirsentuh atau EMV Contactless diterapkan di MRT Jakarta. Ini merupakan yang pertama di Indonesia menggunakan kartu kredit, baik Visa, Mastercard, maupun nantinya jaringan lainnya," kata Pramono di Stasiun MRT Bundaran HI Bank Jakarta, Rabu (29/7/2026).
Menurut Pramono, inovasi tersebut dilakukan untuk mendukung visi Jakarta sebagai kota global. Sistem serupa telah diterapkan pada layanan transportasi publik di berbagai kota besar dunia, seperti Singapura, Tokyo, Shanghai, New York, Kuala Lumpur, Hong Kong, dan Sydney.
Ia menilai sistem tersebut juga akan semakin memudahkan wisatawan mancanegara (wisman) mengakses transportasi publik di Jakarta. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sekitar 2,5 juta wisman berkunjung ke Jakarta pada 2024.
"Selama ini kalau mereka menggunakan MRT harus memakai kartu khusus. Sekarang, dengan Visa dan Mastercard, mereka bisa langsung menggunakan kartu tersebut," ujarnya.
Pramono menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan terus mengembangkan sistem pembayaran tiket menggunakan kartu kredit nirsentuh untuk layanan transportasi publik lainnya, seperti Transjakarta dan LRT. Dengan demikian, layanan transportasi publik di Jakarta akan semakin mudah diakses oleh seluruh kalangan.
Peluncuran layanan tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta, Bank Indonesia (BI), PT MRT Jakarta, Bank Mandiri, Mastercard, Visa, serta sejumlah perbankan nasional. Sinergi tersebut dilakukan untuk memperkuat digitalisasi layanan sekaligus memperluas pilihan pembayaran bagi pengguna transportasi publik.
Penumpang menempelkan kartu uang elektronik usai menaiki transportasi umum Moda Raya Terpadu (MRT) di kawasan Blok M, Jakarta, Jumat (24/4/2026). - (Republika/Thoudy Badai)