REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan, KH Imron Mutamakkin menilai Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur, KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin sebaiknya menuntaskan amanahnya di tingkat wilayah sebelum maju sebagai calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pada Muktamar ke-35 NU."Saya menyampaikan Gus Kikin sebaiknya di PWNU Jatim dulu. Banyak hal yang perlu dibenahi," ujar Kiai Imron kepada Republika, Kamis (23/7/2026).
Menurut dia, masih terdapat sejumlah pekerjaan rumah di lingkungan PWNU Jawa Timur yang perlu menjadi perhatian. Di antaranya penguatan program keagamaan, peningkatan kualitas lembaga pendidikan di bawah LP Ma'arif NU, pengembangan perguruan tinggi, hingga membangun sinergi antarrumah sakit milik NU di Jawa Timur.
Baca Juga- PPATK: Era Prabowo Tekan Perputaran Dana Judi Online Hingga Rp 286,84 Triliun
- Partai Gerakan Rakyat Daftar ke Kemenkum, Usung Anies Jadi Capres 2029
- Tidak Harus Mahal, Self Reward Bisa Dimulai dari Hal Sederhana
"Kita di bidang keagamaan bagaimana, sekolah yang ada di lingkungan Ma'arif bagaimana, peranan PW dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi. Begitu juga berkaitan dengan kesehatan di Jatim. Sudah banyak rumah sakit yang didirikan di masing-masing PCNU, tetapi masih berjalan sendiri-sendiri,”ujar dia.
Kiai Imron juga mengkritisi pelaksanaan rapat koordinasi PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur pada Selasa (21/7/2026). Menurut dia, undangan yang diterima peserta menyebutkan agenda koordinasi persiapan Muktamar ke-35 NU. Namun, dalam pelaksanaannya forum justru difokuskan pada deklarasi dukungan terhadap pencalonan Gus Kikin sebagai Ketua Umum PBNU.
View this post on Instagram
"Waktu hari Selasa itu saya sampaikan, kenapa diminta datang untuk koordinasi muktamar, tetapi isinya hanya disuruh mendukung calon. Padahal banyak hal yang harus kita bawa ke muktamar, salah satunya bagaimana supremasi ulama di NU,”kata dia.
Ia menilai PWNU Jawa Timur sebagai salah satu barometer Nahdlatul Ulama semestinya memanfaatkan momentum menjelang Muktamar untuk menyusun dan menawarkan berbagai gagasan strategis bagi masa depan organisasi."Harusnya kita tidak hanya menunggu materi dari SC Muktamar, tetapi juga menyodorkan ide-ide. Apalagi PW Jatim sebagai barometer NU," jelas dia.
Selain itu, Kiai Imron mempertanyakan klaim bahwa sebanyak 42 dari 45 Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) di Jawa Timur telah menyatakan dukungan kepada Gus Kikin."Itu kan klaim juga. Banyak PC yang sama dengan Pasuruan. Karena yang bersuara waktu itu hanya tujuh," ujar dia.
Senada dengan itu, Ketua PCNU Kabupaten Blitar, KH Muqorrobin menegaskan keputusan PWNU Jawa Timur mengusung Gus Kikin tidak otomatis menjadi sikap seluruh PCNU di Jawa Timur."Keputusan PWNU Jatim tersebut bukan berarti mencerminkan bahwa PCNU se-Jatim otomatis mendukung," ucap Kiai Muqorrobin.
Suasana Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-100 Nahdlatul Ulama yang digelar di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (31/1/2026). Acara peringatan Harlah Ke-100 NU Mengangkat tema Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia yang dihadiri Menteri Kabinet Merah Putih, Ketua MPR, jajaran Pengurus Besar NU, pengurus wilayah, pengurus cabang, hingga badan otonom NU. - (Edwin Putranto/Republika)
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika