REPUBLIKA.CO.ID, TEPI BARAT— Pada Jumat pagi 24 Juli 2026, Kota Tal yang terletak di sebelah barat daya Nablus tidak sekadar menjadi lokasi serangan para pemukim Israel.
Hari itu, warga menyaksikan sebuah peristiwa yang oleh banyak orang disebut sebagai kisah heroik, diperankan oleh seorang pemuda Palestina yang tidak bersenjata.
Baca Juga- 3 Analisis Ungkap Bagaimana Perang dengan Iran Ubah Perhitungan Kekuatan Amerika Serikat?
- Apakah China dan Rusia Bantu Iran Serang Pangkalan AS? Ini Kata Media Barat
- Simak, Ini 7 Keutamaan Penduduk Yaman yang Diungkap Rasulullah SAW
Di tengah kepulan asap dan rentetan peluru yang diarahkan ke warga Palestina, Farouq Adnan Ali Ramadan tampil dengan keberanian luar biasa dan menghadirkan salah satu momen paling menonjol dalam sejarah perlawanan rakyat di Tepi Barat.
Peristiwa bermula ketika sekelompok pemukim menyerang kawasan timur Kota Tal. Warga setempat segera menghadang dan memaksa mereka mundur.
Namun sekitar setengah jam kemudian, para pemukim kembali dengan dukungan kendaraan militer Israel dan menyerbu kawasan barat kota yang berdekatan dengan pos pemukiman ilegal Havat Gilad.
Bentrokan pun pecah, disertai perkelahian jarak dekat antara warga sipil Palestina yang tidak bersenjata dan para pemukim yang membawa senjata.
Di tengah situasi yang sangat genting itu, ketika tembakan dilepaskan secara membabi buta ke arah warga, Farouq Ramadan maju tanpa ragu.
Dilansir Aljazeera, Ahad (26/7/2026) ia menerobos hujan peluru dan langsung berhadapan dengan salah seorang petugas keamanan pemukim yang bertugas menjaga pos pemukiman tersebut.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika