JAKARTA — Pesawat jet bisnis Bombardier Aerospace Learjet 60 jatuh di Palm Beach County, Florida Selatan, Amerika Serikat, pada Ahad (1/11/2026) waktu setempat. Tragedi yang terjadi saat pesawat dalam penerbangan dari Austin,Texas menuju Bahama, tersebut menewaskan seluruh sembilan orang di dalamnya.
Di antara para korban, sosok co-pilot pesawat tersebut menarik perhatian publik setelah teridentifikasi sebagai Nathalia Gadelha Filgueiras, seorang perempuan penerbang muda berusia 20 tahun. Identitas Filgueiras dikonfirmasi oleh sang ibu, Camila, serta ayah sambungnya, Thiago Corteleti, sebagaimana dilaporkan oleh The New York Post.
Baca Juga- Terungkap Info dari Pilot kepada ATC Sebelum Pesawat Jet Menghunjam Tanah dan Meledak di Florida
- Jerit Terakhir Balita SF dari Bilik Toilet, Ketika Nyawa Hilang 'Dirampas' Orang Tuanya
- Macklemore Rampungkan Tur ‘Free Palestine’: Bukan Berani, Ini Soal Kemanusiaan
Sebelum identitas resminya diumumkan, spekulasi sempat ramai beredar di media sosial mengenai nama-nama kru dan penumpang, termasuk nama Alexandra Dudgeon dan Nathalia Filgueiras. Namun, nama yang secara resmi telah dikonfirmasi adalah Nathalia Gadelha, yang dalam beberapa dokumen tercatat dengan nama lengkap Nathalia Gadelha Filgueiras.
View this post on Instagram
Perjalanan Filgueiras di dunia kedirgantaraan terbilang cukup inspiratif. Dilansir laman Times of India, dia sudah mengantongi lisensi pilot pribadi saat masih duduk di bangku sekolah menengah di West Boca Raton High School, Florida, pada usia 17 tahun. Uniknya, ia berhasil meraih lisensi menerbangkan pesawat bahkan sebelum memiliki lisensi mengemudi mobil.
Kisahnya sempat menarik perhatian media pada Oktober 2023 ketika ia diwawancarai oleh CBS12 News tentang pengalamannya yang tidak biasa tersebut. Minat penerbangan Filgueiras dimulai saat ia mengambil pelajaran terbang pada 2020. Ia menerima pelatihan privat awal dari ayah kandungnya yang juga memiliki lisensi pilot hobi.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika