REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perbankan syariah masih menghadapi tantangan besar untuk memperluas pangsa pasar di tengah dominasi bank konvensional. Meski terus mencatat pertumbuhan, industri perbankan syariah dinilai masih perlu memperkuat daya saing melalui inovasi produk, perluasan jaringan layanan, dan peningkatan literasi masyarakat.
Deputi Direktur Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Eka Jati R. Firmansyah mengatakan, perbankan syariah memiliki peluang besar untuk tumbuh. Namun, tantangan masih harus diatasi agar pertumbuhannya dapat mengimbangi industri perbankan nasional.
Baca Juga- Cadangan Devisa pada Juli 2026 Turun, Bank Indonesia Beberkan Penyebabnya
- Ekosistem Syariah Digital Bidik Integrasi dengan Industri Dana Pensiun
- INCEIF: AI tak Boleh Gantikan Penilaian Manusia dalam Keuangan Syariah
"Salah satu tantangan terbesar adalah jaringan layanan bank syariah yang masih terbatas dibandingkan bank konvensional. Di sisi lain, tingkat literasi dan inklusi keuangan syariah juga masih perlu ditingkatkan agar masyarakat lebih mengenal dan memanfaatkan produk perbankan syariah," ungkap Eka dalam webinar Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI), Jumat (7/8/2026).
Hingga April 2026, aset perbankan syariah mencapai Rp 1.055 triliun atau tumbuh 11 persen secara tahunan. Dana pihak ketiga (DPK) meningkat 12,1 persen menjadi Rp 824 triliun, sedangkan pembiayaan tumbuh 10,7 persen menjadi Rp 724 triliun. Meski demikian, pangsa pasar perbankan syariah baru mencapai 7,46 persen.
Eka mengatakan peningkatan daya saing juga membutuhkan inovasi produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dunia usaha. Selain itu, dukungan kebijakan dari pemerintah, termasuk insentif fiskal dan penguatan regulasi, dinilai penting untuk mempercepat pertumbuhan industri perbankan syariah.
Ia menambahkan, perbankan syariah memiliki peluang besar untuk memperluas pembiayaan pada sektor-sektor produktif, seperti usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), agribisnis, serta ekonomi digital. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat peran perbankan syariah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Loading... Ikuti Whatsapp Channel Republika